data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Minggu, 30 September 2012

Tempat Hiburan Langgar Perda, FPI Gelar Razia.

Banjarmasin (SI ONLINE) - Front Pembela Islam (FPI) Banjarmasin membubarkan pengunjung di salah satu tempat hiburan malam di Kota Banjarmasin, dan memaksa tempat hiburan itu mengakhiri kegiatan mereka. Razia ini terpaksa mereka lakukan karena aparat Polisi seperti tak berdaya melihat pelanggaran yang dilakukan para pengusaha hiburan malam itu.

Ahad dini hari (30/9/2012), tempat hiburan malam, di antaranya Banjarmasin Onestop Entertainement Club (BOEC) Hotel Banjarmasin Internasional (HBI), diimbau untuk menutup operasionalnya dikarenakan sudah melanggar ketentuan sesuai apa yang diatur peraturan daerah Kota Banjarmasin.

"Kami ingin perda ditegakkan. Aturannya jam dua tutup. Tapi ini sudah lewat. Aturan ditegakkan," ujar salah satu demonstran.

Sekitar pukul 02.00 WITA, salah satu perwakilan massa FPI dipersilahkan masuk untuk melihat situasi di dalam area tempat hiburan malam yang sudah menghentikan operasionalnya.

Pada saat memasuki Nesvile Pub & Cafe lantai dasar, masih terlihat beberapa pengunjung yang masih duduk-duduk santai berpasangan, langsung saja dilakukan pengusiran paksa keluar dari tempat tersebut.

Polisi setempat mengawal FPI menutup paksa tempat hiburan malam itu hingga mengusir pulang pengunjungnya. Kasat Intelijen Polresta Banjarmasin, Komisaris Polisi Indra Gunawan, memimpin "pengawalan" itu.

Semula polisi ingin menggelar razia. Namun langsung berubah dan "mengamankan" razia FPI karena massa mereka banyak. Polisi pun batal melakukan tugas utamanya di ranah hukum, FPI-lah yang kemudian beraksi, bukan polisi.

Dilanjutkan ke lantai 5 Diskotik Athena HBI, di sana walau musik sudah dimatikan masih terdapat sejumlah pengunjung. Menyaksikan itu, satu anggota FPI yang dipersilahkan masuk langsung berteriak, "Keluar.. keluar dari tempat maksiat ini...!"

Botol-botol mendentingkan suara dipecahkan. Ratusan pengunjung di dalam diskotik sontak ketakutan dan berlarian keluar meninggalkan diskotik tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar