data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Kamis, 03 Januari 2013

PSK: Kalau untuk Berondong, 10 Ribu Juga Oke.

Rame dan mengherankan kasus pelajar SMA Situbondo yang arisan seks dengan PSK. Tak umum memang apa yang dilakukan pelajar sekolah yang seharusnya ikut kompetisi olahraga, olimpiade sains atau matematika. Arisan biasanya milik ibu-ibu, mulai dari skala kecil yang memang membutuhkan barang dengan cara mencicil hingga arisan kelas ‘mewah’ tegantung barang yang di arisan-kan. Biasanya ibu-ibu arisan panci, arisan kontainer plastik merk ternama, hingga arisan berlian. Arisan ini memang unik dan tak layak untuk anak sekolah.
Pertanyaannya kenapa anak muda ini memakai PSK ya? Tentu saja karena beberapa alasan kemudahan yang bisa di dapat dengan uang. PSK sangat mudah di akses, asal ada uang saja. Kalau arisan seks nya pake anak nya Pak RT- pasti sudah di keroyok massa satu RT. PSK melayani siapa saja yang sanggup membayar, mulai dari pria hidung belang, pria buaya darat, pria berdasi dan mungkin berpangkat juga anak-anak muda salah asuhan. PSK melayani laki-laki bermoral rendah, laki-laki tak berkeyakinan dan masyarakat binal lainnya. Untuk anak-anak muda/berondong, semakin membuat PSK bersemangat, mereka gembira bisa melayani mereka bukan semata karena uang.
Mengapa saya tahu kalau PSK gembira melayani anak muda? Begini awal mula-nya, teringat akan cerita teman sewaktu dia SMA, yang penasaran dengan PSK yang menjadikan depan sekolahannya tempat mangkal PSK, maka dia memberanikan diri menawar tarif layanannya. Mau tahu PSK bilang apa?
Dia bilang (sambil senyum genit) “Kamu anak kuliahan ya? Kalau untuk berondong kayak kamu boleh deh sepuluh ribu atau lima ribu, terserah berapa kamu punya uang aja, yang penting kamu hepi….”.
Waduh … sepuluh ribu…lima ribu, aje gile tuh PSK, bener-bener banting harga buat berondong.
Anak usia remaja ini memang dihinggapi rasa penasaran. Dia menjadikan ‘pengetahuan’ barunya tentang tarif PSK, sesuatu untuk bahan cerita lucu kepada teman-temannya.
PSK juga menarik untuk di jadikan ‘teman’ berbagi seks bagi anak remaja, karena PSK lebih berengalaman ‘melayani’ laki-laki. Mereka tahu mau diapakan anak-anak remaja ini. Sehingga anak-anak ini tak perlu memikirkan harus berbuat apa. PSK juga pandai berdandan, wajahnya bermake up, dari yang biasa hingga yang menor kayak topeng, pakaiannya terbuka dan sangat minim sehingga semakin menarik pandangan mata anak-anak muda yang penasaran, suaranya genit merayu. Belum lagi tawaran keahlian ‘permainanseks’ yang beragam, tergantung kesukaan pelanggan.
Semua cerita-cerita yang samar tentang hubungan seksual yang di terima oleh anak SMA ini semakin membulatkan tekad mereka untuk ‘mencoba’. Mereka menyukai ‘kenakalan’ yang di tawarkan oleh para PSK.
Rasa takut dan hasrat terletak di tempat yang sama didalam otak, sehingga kesenangan yang ‘berbahaya’ akan meningkatkan hasrat mereka terhadap para PSK itu.
Ah….ada-ada saja anak muda tanah air tercinta ini. Tapi saya yakin masih lebih banyak anak SMA di seantero NKRI yang berprestasi dan bermoral Pancasila (nyambung enggak sih…) maksudnya bermoral baik.
Campaign: Cegah HIV AIDS
Salam Rindu Dari Semak Belukar Tanah Abang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar