data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Jumat, 21 September 2012

Inilah Orang-Orang Di Balik Film Anti-Islam 'Innocence Muslims'.

AMERIKA SERIKAT, muslimdaily.net - Siapakah produser film "Innocence Muslims", sebuah film anti-Islam yang disebut menghujat Nabi Muhammad, sehingga membuat kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Mesir dan Libya diserang massa, dan menyebabkan Dubes AS di Libya dan stafnya tewas itu?
Setelah kerusuhan itu, seorang warga California yang menyebut dirinya Sam Bacile mengaku sebagai orang yang memproduseri film itu. Sam menyebut dirinya seorang Yahudi Israel.
Pada wawancara dengan sebuah kantor berita, Sam menyebut "Islam adalah kanker." Namun penyelidikan catatan publik yang memuat Bacile, terlihat sebuah inkonsistensi.
Dalam dua wawancara yang berbeda, Bacile memberikan pernyataan yang inkonsisten. Pada wawancara dengan AP, Bacile menyebut umurnya 56 tahun; pada wawancara dengan Wall Street Journal, dia menyebut umurnya 52. Dalam profil halaman YouTube-nya, Bacile menulis umurnya 75 tahun. Dalam satu wawancara dia menyebut dirinya seorang Yahudi-Israel, di tempat lain dia menyebut diri seorang Israel-Amerika.
Sebuah organisasi radikal Kristen yang membantu pembuatan film itu menyebut Sam Bacile adalah nama samaran, dan dia bukan orang Israel tapi seorang Arab Kristen.
"Saya bertemu dia dua kali. Dia bukan warga negara Israel. Dia menyembunyikan jati dirinya," kata Steve Klein, seorang anggota Kristen sayap kanan, yang mengaku membantu proses produksi film itu.
Klein menyebut Bacile bukanlah orang Yahudi ataupun WN Israel, dan memperkirakan dia adalah orang Arab Kristen yang sudah jadi warga negara AS.
Tiga kelompok Kristen, termasuk dua yang diidentifikasikan sebagai kelompok pembenci (hate groups) oleh Southern Poverty Law Council. Sedang yang ketiga adalah pembela Kristen Mesir (Koptik), telah dihubungkan dengan pembuatan film itu, paling tidak terlibat dalam distribusinya.
Pastor kontroversial dari Florida, Terry Jones, yang pada 2010 memicu kerusuhan di Afghanistan karena membakar Al Quran, menyatakan telah dihubungi untuk membantu distribusi film tersebut.
Klein, anggota Gereja Kaweah, terdaftar sebagai kelompok pembenci dan anti-Islam, mengatakan Bacile dan para pendukung pembuatan film tersebut sebagai "Pengungsi dari Timur Tengah."
"Orang-orang dimana saya bekerjasama itu berasal dari kebudayaan dimana mereka disingkirkan. Mereka terusir dari tanahnya. Anggota keluarganya diculik, diperkosa, dan dibunuh," klaim Klein, soal para pembuat film itu.
Morris Sadek, kepala Dewan Nasional Koptik Amerika, sebuah persatuan orang-orang Mesir Kristen berbasis di AS, menyatakan dia terlibat dalam perencanaan distribusi film tersebut.
Klip-klip film berbiaya rendah, yang memotret Nabi Muhammad sebagai seorang yang culas, pedopil, dan homoseksual, muncul di YouTube, pada halaman Sam Bacile, yang dalam komentar di halaman tersebut juga menulis memakai huruf Arab Mesir kuno.
Klein mengindikasikan Bacile masih mempunyai keluarga di Mesir yang membuatnya khawatir. Riset pada seluruh dokumen federal dan catatan publik, termasuk dokumen administrasi kependudukan dan kriminal, juga file pada perusahan pengembang perumahan di AS, tak ada satu pun nama  dengan nama belakang Bacile. Belum ada catatan tentang Sam Bacile, atau nama yang mirip, telah diberikan lisensi real estate.
Trailer sepanjang 13 menit untuk film itu sebenarnya sudah diupload pada Juli lalu, namun tak banyak mendapatkan perhatian. Pekan lalu, setelah trailer itu di-dubbing ke dalam bahasa Arab, secara cepat ditonton ratusan ribu kali.


*Keterangan gambar: Steve Klein (Anggota Gereja Kaweah, Anggota Ekstremis Sayap Kanan, Konsultan Film Islamofobia, Pendukung Produksi Film Anti-Islam 'Innocence Muslims')

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar