data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Sabtu, 29 September 2012

Akhirnya Pemerintah Indonesia Ajak Boikot Produk Israel.

JAKARTA-Pemerintah Indonesia mendukung penuh perjuangan Palestina untuk merdeka dan diakui sebagai anggota penuh di PBB. Indonesia pun mengajak negara-negara Timur Tengah untuk mewujudkannya.

Indonesia pun lantas mengajak pemboikotan produk Israel kepada negara Timur Tengah sebagai solidaritas untuk Palestina. Sebab bagi Indonesia, hal utama yang menjegal perjuangan Palestina adalah Israel.

"Tidak membeli produk yang dihasilkan di wilayah pendudukan Israel," kata Menlu Marty Natalegawa usai pertemuan dengan menteri ASEAN di Markas PBB di New York, AS, Kamis (27/09/2012) dikutip detiknew.

Secara khusus Marty pernah menyampaikan hal ini di pertemuan negara Islam di Makkah beberapa waktu lalu. Marty juga meminta negara Timur Tengah yang membuka hubungan dengan Israel mengkaji ulang.

"Sebagai langkah konkret, negara-negara yang punya hubungan agar mempertimbangkan ulang hubungannya dengan Israel," jelas Marty.

Marty melanjutkan, memang dengan kemerdekaan Palestina, tentu suasana keamanan di Timur Tengah juga harus dijaga.

"Tapi memang situasi di Timur Tengah terus bergerak, sehingga banyak pesan-pesan soal Palestina yang pada akhirnya dikesampingkan," ujar Marty menerangkan hambatan yang dialami terkait perubahan sosial politik di Timur Tengah.

Ditolak Israel

Sebelum ini, 8 Agustus 2012, Zionis Israel pernah menolak keberadaan Menteri Luar Negeri RI Marty M. Natalegawa yang tidak bisa memasuki Kota Ramallah, Palestina, untuk mengikuti Konferensi Tingkat Menteri Gerakan Non-Blok di kota itu. Kedatangan Menlu ini ditolak oleh Zionis-Israel yang menjajah kawasan itu.

Insiden diplomatik ini kontan mendapat reaksi keras dari DPR. Komisi Pertahanan dan Luar Negeri DPR mengecam penolakan Israel atas kedatangan Menteri Marty Natalegawa. Penolakan itu menunjukkan sikap arogan Israel atas wilayah yang seharusnya masuk wilayah Palestina.

Menurut Marty, penolakan itu semakin menegaskan siapa sesungguhnya Israel. “Israel adalah negara atau entitas yang sebenarnya tidak berani menghadapi suatu kenyataan,” kata Marty seusai perayaan hari jadi ASEAN di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2012.

Penolakan terhadap pelaksanaan Gerakan Non-Blok bagi Palestina, menurut Marty, juga memperlihatkan wajah penjajah Israel. “Ketika Palestina bermaksud untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat internasional, dalam kaitan ini adalah dengan GNB, Israel justru mempersulit interaksi tersebut," ujar Marty.*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar