data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Jumat, 21 September 2012

AS Kian Terancam Akibat Film Menghina Nabi Muhammad dan Mengujat Islam!.

Mufti Agung Kashmir: Semua Warga AS Harus Pergi dari Kashmir
KASHMIR, INDIA - Ulama paling senior di wilayah Kashmir jajahan India telah mengatakan kepada semua warga AS untuk “segera meninggalkan” wilayah tersebut karena film anti Islam yang diproduksi warga di Amerika Serikat.
“Warga negara AS yang mengunjungi Kashmir harus segera pergi karena kaum muslimin telah disakiti oleh foto-foto tersebut,” kata Mufti Agung Jammu dan Kashmir, Bashiruddin Ahmad pada Kamis, Press Trust of India melaporkan.
“Setiap Mukmin menerima kebesaran Nabi Muhammad dan setiap upaya untuk memfitnah penggambaran-Nya tidak akan ditoleransi,” kantor berita tersebut mengutip perkataannya.
Sementara itu ratusan pengacara meneriakkan slogan anti-AS dan melakukan pemogokan pada hari Jumat di Srinagar, kota utama Kashmir jajahan India.
Zaffar Shah, mantan presiden Pengadilan Bar Association Tinggi Jammu dan Kashmir   mengatakan, “sekitar 700 dari kita tidak bekerja hari ini sebagai protes terhadap film yang menghujat ini.”
“Kami ingin mencegah orang dari membuat film semacam itu, dan kami mendesak pemerintah AS untuk melarang film tersebut dan menuntut pembuat film di bawah beberapa undang-undang yang mencegah orang dari menghasut orang lain,” katanya kepada AFP.
Sekelompok kecil demonstran berkumpul secara damai pada hari Kamis di Srinagar untuk mengecam film tersebut, namun polisi berada dalam keadaan siaga untuk mencegah kemungkinan terjadinya kerusuhan setelah shalat Jumat.
Empat orang tewas di ibukota Yaman Sana’a pada Kamis ketika kekerasan sekali lagi berkobar di luar kedutaan besar AS di Timur Tengah dan Afrika Utara selama film menghujat Nabi tersebut.
Kematian-kematian tersebut menyusul pembunuhan seorang duta besar AS Chris Stevens dan tiga rekannya di Suriah pada Selasa setelah massa menyerbu konsulat AS di Benghazi.
India adalah rumah bagi penduduk Muslim yang diperkirakan berjumlah sekitar 150 juta jiwa, menurut data sensus.
Kashmir yang berpenduduk mayoritas adalah sebuah wilayah Himalaya yang indah yang dibagi antara India dan Pakistan di mana perang pemisahan diri umat Islam dari penjajah India telah berkobar selama dua dekade. (by/AFP) (voa-islam.com)  Jum’at, 14 Sep 2012
***
FBI: “AS Kian Terancam Akibat Film Hujat Islam!”
Washington – Departemen Keamanan Dalam Negeri dan FBI mengeluarkan peringatan bahwa ancaman terhadap warga Amerika Serikat akan meningkat seiring dengan merebaknya sentimen anti-Amerika akibat film yang menghujat Islam dan Nabi Muhammad.
Film berjudul Innocence of Muslims itu telah membuat marah warga Muslim dunia. Massa di berbagai negara merusak fasilitas milik AS, termasuk gedung kedutaan besar. Di Libya, Duta Besar AS untuk Libya dan tiga orang stafnya tewas oleh amuk massa.
Menurut Senator Dianne Feinstein, akan muncul protes menenantang film itu dan negara di mana film itu dibuat, Amerika Serikat. Departemen Keamanan Dalam Negeri dan FBI menyatakan dalam buletin intelijennya bahwa ancaman terhadap warga AS itu akan semakin tinggi dalam beberapa hari ke depan.
 “Risiko kekerasan akan meningkat baik di dalam negeri maupun di luar negeri karena film tersebut semakin menarik perhatian orang. Kami menilai kelompok ekstremis di AS bisa meledakkan kemarahan dengan penggalangan kekuatan.”
Kekhawatiran akan semakin tinggi karena pada Jumat ini, warga Muslim berkumpul di masjid untuk melangsungkan salat Jumat. Diperkirakan massa akan turun ke jalan usai salat Jumat.
“Kami memperketat kesiagaan di Timur Tengah dan di manapun yang ada kepentingan AS karena ada kemungkinan massa turun ke jalan usai salat Jumat. Kesiagaan juga penting untuk memastikan tidak ada lagi hal buruk yang terjadi,” ujar salah seorang pejabat senior AS.
Sebelumnya, sebuah film yang menghujat Islam dan Nabi Muhammad SAW dibuat oleh seorang warga AS yang menggunakan nama samaran Sam Bacile alias Sam Bassil alias Sam Basile. Potongan film tersebut diunggah ke Internet dan langsung membuat kemarahan ummat Islam dunia. Kecaman juga mengalir ke AS dan pembuat film itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar