data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Selasa, 20 Agustus 2013

Tanggapi Kasus Ustadz Solmed, FPI Himbau Ustadz dan Penceramah Tak Cari Kekayaan dalam Dakwah

Jakarta-: Front Pembela Islam (FPI) merasa prihatin mendengar permasalahan Ustad Solmed yang dikabarkan memasang tarif

"Nggak ada sejarahnya ustad itu pasang tarif buat ceramah. Kalau Ustad Solmed benar minta tarif ceramah 150 juta, itu sudah salah. Tapi kan kata dia nggak begitu," kata Ketua DPD FPI (Front Pembela Islam) DKI Jakarta, Habib Salim Alatas (Habib Selon), melalui sambungan telepon di Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Habib Selon menghimbau agar para ustad dan penceramah bersikap ikhlas dan sabar dalam menjalankan profesi mulia tersebut. "Jangan cari kekayaan dalam dakwah lah.

Kalau ane sih anggap musibah lihat kelakuan penceramah atau ustad yang pasang tarif saat berdakwah," sindir Habib Selon.

Kontroversi pemasangan tarif yang dilakukan para pendakwah saat berceramah memang bukan kali pertama terjadi.

Menurut Habib Selon, jauh sebelum permasalahan ustad Solmed mencuat, ia sudah pernah menemukan kasus serupa.

"Pernah ada ustad, ane undang tapi ane nggak ngaku habib tapi haji. Dia pakai tarif, kalau Jakarta 15 juta, kalau luar kota tergantung jarak jauhnya.

Ane bilang, kayak lintas Sumatera saja pakai tarif segala, setelah tahu ane habib, dia minta maaf," tutur Habib Selon.

"Masa da'i dan penceramah pasang tarif, sudahkayak Metro Mini sama Kopaja saja," ucap Habib Selon, sapaannya, melalui sambungan telepon di Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Habib Selon tak memungkiri jika pihak pengundang seorang ustad dan penceramah akan memberikan biaya transportasi dan akomodasi usai pemberian ceramah dilakukan.  Tapi, hal tersebut bersifat ikhlas tanpa dikenakan tarif. "Dai dan penceramah itu harus ikhlas, kalau diundang ceramah biasanya kan memang dikasih (transport dan akomodasi). Nggak mungkin kalau
nggak dikasih," tambah Habib Selon.

Khusus untuk masalah Ustad Solmed, Habib Selon juga menyalahkan pihak panitia acara yang mengundang suami April Jasmine itu berceramah.

"Saya dengar kalau pihak panitia juga mintain uang sama jamaah lewat penjualan tiket. Kalau cuma sekedar dengerin ceramah, masa harus bayar. Itu kan juga salah," tandasnya.

Mungkin tak banyak yang tahu Solmed pernah menjadi salah satu petinggi Front Pembela Islam dengan jabatan Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP FPI. Namun ia memilih keluar.

Menurut Ketua FPI Habib Rizieq, saat itu Solmed memang lebih fokus berdakwah di televisi.

Saat Solmed melakukan proses taaruf dengan April Jasmine, FPI menegurnya. Menurut ketua DPD FPI DKI Jakarta, Habib Selon, taaruf yang dilakukan Solmed salah besar karena terlalu sering berduaan dan tampil melulu di layar TV

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar