data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Selasa, 20 Agustus 2013

DPD FPI DKI Himbau untuk tidak Mengundang Solmed Berdakwah

Sekretaris DPD FPI DKI Jakarta, Habib Novel Bamu'min mengimbau pengurus FPI se-DKI Jakarta untuk tidak mengundang Solmed berdakwah selama ia belum tobat.

Itu disampaikan Habib Novel saat dihubungi VIVAlife, Selasa, 20 Agustus 2013. “FPI DKI untuk tidak mengundang Ustad Solmed,” tegasnya. Pasalnya,habib Novel berpendapat apa yang dilakukan Solmed soal tarif dakwahnya adalah hal yang haram. Seorang muslim, katanya, wajib untuk berdakwah dengan ikhlas.

“Besar kecil (honor) itu rejeki, nggak boleh tawar menawar,” tegasnya.

habib Novel menjelaskan, dulunya ia dan Solmed merupakan teman seperjuangan. Keduanya tergabung di FPI. Solmed sekitar tahun 1998, sedangkan habib Novel sudah bersama Habib Riziq sejak 1993. Suami April Jasmine itu bahkan sempat menjabat sebagai Sekjen DPP FPI. Namun, karena perilakunya yang suka mematok tarif dakwah, apalagi dengan begitu tinggi, membuat Solmed ‘dipecat’.

Habib Selon menambahkan : "Masa da'i dan penceramah pasang tarif, kaya Metro Mini sama Kopaja saja," kata, Habib salim alatos atau yang dikrab dipanggil Habib Selon, ujarnya di Jakarta, Selasa (20/8/2013)

Sebagai teman,habib Novel sempat menegur kebiasaan Solmed mematok tarif itu. Terutama setelah ia sempat menyebut TKI Hong Kong dengan label komunis. Namun, perkataan Solmed justru makin kasar.

“Itu tuduhan yang membabi buta. Menuduh seorang muslim dengan tidak benar dan tanpa bukti itu ingkar, kafir,” lanjutnya menerangkan.

Untuk itu,habib Novel menyarankan Solmed agar segera bertobat dan meminta maaf pada para TKI di Hong Kong. Ia juga meminta Solmed menghentikan aktivitas dakwah komersilnya dan kembali seperti pedakwah biasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar