data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Minggu, 25 Agustus 2013

Sambutan Imam Besar FPI Sebelum"Putihkan Jakarta" .

#MiladFPI-: Ribuan anggota Front Pembela Islam (FPI) memadati jalan KS Tubun, Jakarta Pusat, Minggu (25/8) dalam rangka pawai milad ke-15, dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua.Sebelum melakukan pawai, massa terlebih dahulu menggelar orasi dan ceramah.

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab menyampaikan orasinya, yaitu menolak tegas diadakannya miss world yang akan diselenggarakan di Bogor dan Bali, segera membubarkan densus 88 dan juga membersihkan industri miras.

"Bubarkan Densus. Kenapa kami tuntut Densus dan BNPT dibubarkan, karena Densus sering salah tangkap, salah tembak, salah bunuh. Bahkan mereka (Densus) tidak mengindahkan aturan hukum di Indonesia. Kita tak butuh koboi- koboi jahat tukang bunuh orang, tukang tembak orang," tegas Habib Rizieq dalam Milad FPI ke 15 di Petamburan.

Selain menuntut dibubarkan, lanjut Habib Rizieq, petinggi Densus juga mesti diadili di pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) internasional.

Menurut Imam Besar FPI ini,Densus sudah banyak melanggar HAM ketika melakukan penggerebekan teroris. "Kalau Densus 88 tidak dibubarkan, jangan salahkan umat Islam kalau Densus dijadikan musuh bersama. Kalau ke depan umat Islam mengangkat senjata melawan Densus. Kami minta evaluasi dan ambil keputusan segera bubarkan Densus 88," ujar Habib Rizieq. Untuk pawai hari ini ditekankan agar berjalan tertib dan damai

"Siap tertib! Siap damai! Siap kondusif! Jangan terpancing dengan provokasi apapun!" seru Imam Besar FPI Habib Rizieq kepada ribuan anggotanya di Markas FPI, Minggu (25/8/2013).

Petinggi FPI dalam sambutannya saat peringatan ulang tahun FPI ke-15 di Petamburan, Jakarta, Minggu 25 Agustus 2013, menyampaikan bahwa sudah saatnya Habib Rizieq berkiprah dalam pemerintahan yang menegakkan prinsip amar ma'ruf nahi munkar (mendukung kebaikan dan menolak kejahatan).

"Ke depan, imam besar tidak boleh memikirkan pernak-pernik organisasi. Imam besar ini akan menjadi bapak negara, bapak bangsa, dan lebih memikirkan makro," ujar Juru Bicara FPI, Habib Muchsin Alatas, dalam sambutannya.

Dalam acara tersebut, menggema teriakan yang mendorong mantan Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab untuk maju sebagai Calon Presiden RI.Pernyataan itu disampaikan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al-Khattat dalam ceramahnya. "Habib Rizieq Presiden!! NKRI bersyariah!" ujar Al- Khattat diikuti massa FPI lain yang berkumpul.

Menurut Al-Khaththat, sebagai ormas Islam yang cukup besar, FPI mampu menjadikan Habib Rizieq sebagai calon Presiden, terlebih mayoritas masyarakat di Indonesia adalah muslim.

"Kalau aktivis FPI mampu mendorong munculnya laskar masjid, di Jakarta ada 5 ribu masjid, 1 masjid 100 laskar, di Jakarta akan ada 50 ribu laskar, sehingga amar ma'ruf nahi mungkar bisa dilakukan secara saksama dan mereka yang hina FPI, akan mundur," kata Al-Khaththat.

Para hadirin pun menggemakan yel- yel yang mendukung sang Imam Besar FPI menjadi presiden. "Habib Rizieq presiden, NKRI bersyariah," demikian petikan yel itu.

Menanggapi dukungan ini, Habib Rizieq Syihab, menyatakan bahwa dia sendiri tidak pernah berkeinginan untuk menjadi petinggi bangsa. Namun konstitusi memberikan hak politik bagi setiap warga negara, termasuk anggota FPI, untuk mencalonkan dan dicalonkan dalam pemilihan umum.

"Saya tidak pernah bermimpi, berminat, apalagi meminta jabatan di instansi pemerintah. Saya ini ustadz, dai, dan WNI yang menegakkan amar ma'ruf nahi munkar," kata Habib Rizieq.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar