data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Kamis, 22 Agustus 2013

Bedah Formasi 4-2-3-1

Formasi 4-2-3-1 adalah salah satu perubahan skema yang berasal dari formasi 4-4-2 dan 4-5-1. Formasi ini mengandalkan 2 skema pilihan di lini tengah yang berperan sebagai pertahanan dan penyerangan. Kali ini kita akan membedah formasi 4-2-3-1 dan bagaimana tipe pemain yang cocok untuk formasi ini.

1. Posisi Bek
 
            Posisi bek umumnya difungsikan untuk menghentikan alur serangan lawan sebelum bola mencapai tahap posisi kiper. Pemilihan bek pada formasi 4-2-3-1 adalah bek yang mempunyai tipe bertahan total dan mereka harus memberikan konstribusi yang baik bagi pertahanan.
 
            Pada posisi wing back, pemain ini harus rajin masuk ke lini kedua permainan melewati sisi kiri dan kanan lapangan. Istilah lainnya adalah melakukan overlapping. Umumnya overlapping yang dilakukan wing back hanya mentok di posisi lini kedua pertahanan dari lawan.

            Pada gambar diatas terlihat jelas bagaimana posisi wingback dan pergerakannya yang diarahkan menggunakan panah kuning, maju kedepan. Garis biru adalah strategi yang baik bagi wing back untuk melakukan overlapping. Namun pemain tengah “harus” membatasi pergerakan mereka demi menjaga pertahanan.

2. Posisi Tengah.
 
            Posisi tengah di formasi 4-2-3-1 ini terbagi atas 2 macam dimana formasi 2-3 yang terbagi tugas untuk bertahan dan menyerang. Pada lini pertama dari pemain tengah di apit oleh 2 orang pemain tengah yang berfungsi sebagai pemain bertahan. Pada pemain tipe modern, terkadang mereka hanya membutuhkan 1 pemain bertahan. Sementara 1 pemain dilini ini adalah seorang pemain yang mempunyai visi bermain yang luar biasa. Hal ini sering terjadi di italia yang di komandoi oleh andrea Pirlo, Real Madrid yang dikomandoi oleh mesut Ozil, dan Barcelona yang dikomandoi oleh Xavi. Mereka berfungsi sebagai penyeimbang dan pembentuk sebuah skema serangan atau sering disebut sebagai Deep-Flying Playmaker.

            Formasi 2 pemain ini adalah actor kunci permainan dalam merebut dan mempertahankan pola permainan, baik itu membangun serangan maupun bertahan. Pemilihan permainan untuk pemain di lini tengah ini harus jelas dan tidak bisa memilih sembarangan pemain. Mereka harus mempunyai visi yang jelas dan pasing yang akurat untuk mensuplai bola ke depan. Serta bukan tipe pemain yang “banyak” memegang bola terlalu lama.


            Pada gambar diatas, lini pertahanan 2 pemain memaikan perannya di tengah lapangan. Arah pergerakan bola (kuning) adalah seperti diatas agar permainan tidak kacau dan pemain lain tidak kehilangan pola sehingga bola dilini tengah tidak putus.

            Selanjutnya adalah formasi di lini tengah yang di isi oleh 3 orang pemain bertipe “penyerang palsu” mereka adalah tipe pemain agresif yang harus selalu bertukar posisi agar skema penyerangan tidak terbaca oleh pemain lain.
            Pemilihan permainan mereka adalah pemain ini harus aktif dan selalu “mempunyai akal” untuk mencari kebuntuan dalam membangun serangan. Pemain ini juga harus menjadi actor kunci dalam mencetak gol jika penyerang gagal melakukan serangannya terhadap pertahanan lawan.

            Pergerakan pemain di tengah ini juga harus selalu memberikan solusi terhadap tim baik ketika mencoba menghentikan serangan yang akan dibangun lawan dan menunggu presisi pemain lawan untuk menghentikan serangan yang akan dibangun oleh pemain kita.

3. Penyerang
 
            Dibutuhkan seorang penyerangan bertipe “bigmen” dalam membangun serangan dalam menggunakan formasi 4-2-3-1 ini. Berikut tips memilih penyerang untuk formasi 4-2-3-1
 
·         Pemain harus mempunyai Postur yang mumpuni untuk berduel di udara. Dan mempunyai kekuatan serta kokoh ketika memegang bola
 
·         Pemain harus mempunyai “mata” di punggung ketika menerima bola dari arah mana pun serta mempunyai insting yang baik dalam menaklukan pertahanan lawan
·         pemain


·         Pemain harus mau berkorban demi kepentingan tim untuk menyelesaikan serangan jika si penyerang sudah mentok dalam melakukan terobosan untuk mencetak gol
 
·         Pemain harus memiliki kekuatan bertahan dalam 90 menit untuk terus menjaga kebugarannya dalam bermain
 
·         Pemain harus bertipe “big men” dan mempunyai efisiensi yang tinggi serta efektivitas serangan yang luar biasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar