data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Sabtu, 31 Agustus 2013

Miss World akan Membuat Citra Buruk Indonesia

Jakarta (SI Online) - Alasan kementrian pariwisata mendukung acara Miss World agar bisa menarik minat wisatawan asing dibantah oleh Endang Setiaji, mantan konselor kedutaan besar republik Indonesia (KBRI) di London. Menurutnya ajang pamer aurat tersebut justru akan membuat citra buruk bagi Indonesia.

"Miss World akan membuat citra buruk bagi Indonesia yang berpenduduk mayoritas muslim, karena itu sangat bertentangan dengan budaya bangsa ini," ujar Endang saat acara di kantor Partai Bulan Bintang, Jakarta (28/8/2013).

"Saya waktu bertugas menjadi konselor KBRI di London selalu mempromosikan budaya ketimuran asal Indonesia dan orang-orang Ingris jadi tertarik dengan Indonesia. Namun ketika muncul kasus Inul dengan goyang erotisnya justru mereka (orang-orang Inggris) malah mempertanyakan, kok yang berbau pornoaksi gitu ada di negara mayoritas muslim," cerita Endang.

Hal senada juga dikatakan oleh Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad al Khaththath, seharusnya kementerian pariwisata bangga dengan budaya Indonesia yang berbeda dengan budaya barat.

"Kalo wisatawan asing datang, sediakan mereka minuman produk kita sendiri seperti bandrek atau bajigur gitu, jangan dikasih bir karena itu sudah sering mereka jumpai di tempat mereka sendiri. Justru kita harus memberikan yang beda, dan kita harus tampilkan budaya Islam agar mereka tahu tentang Islam," ungkap Ustadz al Khaththath.

Ustadz al Khaththath juga mengatakan bahwa umat Islam dari berbagai elemen akan turun ke jalan secara besar-besaran untuk menolak ajang pamer aurat tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar