data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Rabu, 03 April 2013

Habib Selon : FPI Minta Densus 88 Dibubarkan Sejak Pertama Didirikan.

Ketua DPD FPI (Front Pembela Islam) Jakarta, Habib Salim Alatas (Habib Selon) mendukung wacana pembubaran Detasemen Khusus 88. Personel polisi anti teror itu, menurutnya, selama ini hanya banyak membawa mudharat (ketidakmanfaatan).

"FPI sejak awal pembentukan Densus 88 (2005) sudah mendesak agar personel itu dibubarkan. Apa manfaatnya? Sudah kita minta dibubarin," kata Selon di Jakarta.

Keberadaan Densus 88 selama diakui tak banyak manfaatnya. FPI menilai, dalam penanganan terhadap terduga pelaku teroris, personel Densus kerap bertindak di luar batas kewajaran.

"Anda bisa lihat di video-video yang sudah tersebar dimana-mana. Densus menembak terduga pelaku teroris yang sudah mati. Gimana nggak melanggar HAM namanya?" lanjutnya.

Ia mengakui sudah mendapat dukungan dari sejumlah elemen Islam lainnya agar dalam waktu dekat Densus 88 bisa dibubarkan.

FPI mengakui, selama ini sepak terjangnya kerap mendapat sorotan lantaran melakukan amar ma'ruf nahi munkar.

"Kami mengakui, teroris bukan Islam dan Islam bukan teroris. Personel FPI disambitin preman kok malah dibiarin," tandasnya.

Tuntutan pembubaran Densus 88 makin mengemuka usai beredarnya video peristiwa yang memperlihatkan personel Densus 88 melakukan penganiayaan terhadap terduga teroris di kawasan Sulawesi beberapa waktu kemarin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar