data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Minggu, 14 April 2013

Bak Penggerebekan Teroris, Ujian Nasional Akan Dijaga Ketat Polisi.

JAKARTA, muslimdaily.net - Senin lusa 15/04, Ujian Nasional (UN) akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Untuk pelaksanaan UN tahun ini Dinas Pendidikan DKI Jakarta bekerja sama dengan Polda Metro Jaya akan mengamankan ujian tersebut.

"Dinas pendidikan sudah koordinasi dengan kepolisian dalam jajaran polres dan polsek setempat. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan di sekolah tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, Jumat (12/04) seperti dikutip Liputan6.

Mengenai proses pengamanan tersebut, Rikwanto mengatakan akan dimulai dari gudang tempat soal-soal tersebut disimpan oleh Dinas Pendidikan.

"Juga dikawal dalam perjalanan dan sampai di sekolah. Di sekolah, petugas hanya akan mengawasi dari sekitar sekolah," jelasnya.

Mengenai penindakan terhadap kasus-kasus kecurangan, jika ditemukan saat UN, Rikwanto mengatakan akan diselidiki terlebih dahulu bentuk dan proses terjadi pelanggarannya.

Berlebihan

Penjagaan UN oleh pihak kepolisian selama dua tahun terakhir sudah dianggap berlebihan. Bahkan dua tahun lalu Densus 88 ikut-ikutan diminta mengamankan ujian nasional.

Hal ini pernah disinggung Anggota Komisi X DPR, Rohmani dari Fraksi PKS.

"Hal tersebut merupakan tindakan berlebihan," kata legislator dari Fraksi PKS yang membidangi masalah pendidikan itu di Jakarta tahun lalu, seperti diberitakan laman Joglosemar.

Menurut Rohmani, keterlibatan polisi dalam pelaksanaan UN akan mengganggu kenyamanan anak didik dalam menyelesaikan soal-soal.

Hal itu juga akan merusak mental anak-anak. "Ada persepsi kuat bila anak-anak didik itu pelaku kejahatan yang harus dijaga oleh polisi," kata Rohmani.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar