data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Jumat, 19 April 2013

FPI, NU, Lembaga Dakwah dan MUI datangi kantor TRANS 7.


Seperti yang telah di ketahui bahwa program Khazanah beberapa waktu lalu menayangkan episode yang bertajuk bertajuk Sholawat. Namun ada sedikit yang aneh dan bisa dibilang "lucu" bila kita cermati dan hal ini merupakan pembodohan bagi orang yang menontonnya.

Wanita penyiar yang membaca ilustrasi dalam tayangan KHAZANAH itu menjelaskan tentang macam-macam sholawat yang diamalkan oleh umat Islam yang sejatinya menurut mereka merupakan bid’ah yang diliputi khurafat dan takhayul yang sesat karena tidak sesuai tuntunan Rasulullah Saw (Penyiar mengucapkan kalimah Shalallahu ‘alaihi wassalam pun dengan makraj dan tajwid yang payah yang membuat para sufi ketawa gaduh-pen). Sholawat yang dibaca dalam khasidah-khasidah apalagi dengan iringan rebana dan goyangan badan orang-orang yang bersholawat, adalah bid’ah dlolalah yang potensial musyrik, menurutnya.

Terlebih aneh dan sangat "lucu" lagi ketika kita mendengar uraian penyiar wanita itu. Sewaktu penyiar wanita itu menguraikan asal-muasal Sholawat Badar. Dikisahkan, bahwa sholawat Badar dimulai tahun 1960-an ketika seorang kyai bermimpi melihat para habib yang berpakaian hijau mengumandangkan sholawat badar. Isteri kyai bersangkutan juga bermimpi ketemu Rasulullah Saw. Lalu kyai itu menghadap seorang habib yang dikenal ahli kasyaf, disebutkan bahwa habib itu membenarkan mimpi kyai dan isterinya. Itu sebabnya, sholawat yang disebut sholawat badar itu sangat baik diamalkan, terutama untuk membangkitkan semangat umat Islam yang dewasa itu ditekan oleh aksi-aksi PKI.

Menanggapi permasalahan tayangan KHAZANAH di trans 7 yang beberapa tayangannya sempat mnimbulkan keresahan di tengah masyarakat indonesia khususnya Ahlussunnah wal Jama'ah, yang berkaitan dengan masalah TAWASSUL, ZIAROH KUBUR & SHOLAWAT ... akhirnya KPI mngadakan pertemuan antara pihak TRANS 7 ( selaku yag menayangkan program KHAZANAH ), MUI & pihak Front Pembela Islam sebagai perwakilan dari ASWAJA yang keberatan dengan penayangan tersebut diantaranya :

1. KH Muhammad Thobary Syadzily

2. Habib Mustofa Al Jufri ( Mampang )

3. Habib Fachry Jamalullail

4. Kyai Ibnu Mas'ud

Dan dari pertemuan tersebut menghasilkan Hasil bahwasannya :

1. Pihak TRANS 7 meminta maaf apabila di dalam penayangan program KHAZANAH berkaitan dgn TAWASSUL, ZIAROH KUBUR & SHOLAWAT ada kesalahan baik Narasi & visual yg mnyinggung dan mnyakiti ummat Islam khususnya AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH..

2. Pihak TRANS 7 akan mngadakan perbaikan ke depannya sehingga lebih berhati" dlm mmbahas suatu masalah di dlm penayangan KHAZANAH

3. Pihak TRANS 7 berjanji selambat"nya sampai dgn pertengahan bulan mei disalah satu penayangan KHAZANAH mereka akan menayangkan ttg manfaat TAWASSUL, ZIAROH KUBUR, SHOLAWAT juga MAULID NABI sbagai jawaban dr keresahan ummat & bukti bahwasannya itu smua bukanlah perbuatan SYIRIK ....

4. Pihak TRANS 7 akan memperbaiki narator selaku pengisi suara di KHAZANAH dgn yg lebih fasih bacaannya dari segi tajwidnya

Khusus untuk poin ke 3, kami mengharapkan kpd smua jama'ah utk sama sama mnunggu , melihat & membuktikan janji mereka yg diucapkan didepan kami, KPI, Lembaga Da'wah NU & MUI & FPI

Dan Alhamdulillah Program Khazanah yang di tayangkan oleh Trans 7 setiap hari senin sampai jumat pukul 05.30 menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada seluruh umat Islam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar