data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Selasa, 02 Oktober 2012

Pasukan Berkuda & Puluhan Ribu Umat Islam Lakukan Protes Penghina Nabi.

SOLO (voa-islam.com) – Aksi damai untuk memprotes film Innocence of Muslim kembali digelar di kota Solo, pada Ahad (30/9/2012). Film yang sangat menghina umat Islam seluruh dunia tersebut dibuat dan di sutradarai oleh Nakoula Basseley Nakoula atau Sam Bacile (55 tahun), pria keturunan Mesir, seorang Kristen Yahudi yang tinggal di Cerritos, pinggiran kota Los Angeles, Amerika Serikat.

Di kota Bengawan sendiri, sudah hampir 5 atau 6 kali elemen umat islam dari berbagai aktivis islam mengadakan aksi kecaman dan protes terhadap film yang sangat melecehkan dan menghina Nabi Muhammad SAW.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Surakarta akhirnya pada Ahad (30/9/2012) menggandeng seluruh umat Islam dan elemen Islam se-Solo Raya untuk bersama-sama mengadakan aksi serupa secara serempak sebagai bentuk kecintaan dan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Aksi yang di ikuti hampir 10.000 peserta dari seluruh ormas Islam, ibu-ibu jama’ah pengajian, aktivis masjid, anak-anak SD Islam se-Solo Raya, aktivis kampus, pondok pesantren yang ada di kota Solo tersebut start dari lapangan Kota Barat kemudian berjalan kaki menyusuri Jl. Slamet Riyadi hingga ke Balai Kota Surakarta untuk mengadakan orasi dan menyerahkan surat pernyataan sikap MUI Solo beserta elemen umat islam se-Solo Raya kepada Walikota Solo.

Bahkan karena banyaknya kaum muslimin yang mengikuti aksi siaga siang hari itu, barisan terdepan yang dimulai dengan gabungan Kaveleri berkuda dari laskar Hizbulloh dan Ponpes ‘Isy Karima sudah sampai di Balai Kota Solo, barisan paling belakang masih berada di perempatan sebelah selatan lapangan Kota Barat.

Peserta yang mengikuti aksi akbar untuk menyikapi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW itu terdiri dari ormas-ormas islam yang ada di Solo seperti Muhammadiyah, Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT), Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA), Front Pemuda Islam Solo (FPIS), Front Pembela Islam (FPI), Hizbulloh, dan lain-lain.

Sedangkan dari unsur pondok pesantren terdiri dari Ma’had Tahfdzul Qur’an Isy Karima Karanganyar, Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, Ponpes Al-Islam (Gumuk), Ponpes Darusy Syahadah Boyolali, Ma’had ‘Ali Darul Wahyain Magetan, SD Islam Al Fatah dan lain-lain.

Aksi yang dimulai pada pukul 13.00 WIB  itu juga dihadiri oleh tokoh-tokoh Islam se-Solo Raya dan juga para pejabat pemerintahan muslim yang ada di Solo. Para pejabat pemerintahan yang terlihat hadir yaitu Kapolresta Solo, Kombes Pol. Asdjima’in, Sekda Kota Surakarta, Budi Suharto dan yang lainnya.

Sedangkan dari tokoh Islam dan para ulama yang terlihat hadir yaitu, Ustadz Muinudinillah Basri MA. dari FUJAMAS, ustadz Khoirul Rustam dari FPI, ustadz Edi Lukito dari LUIS, ustadz Dahlan ketua Komisi Ukhuwah MUI Solo, Prof. Dr, dr. Zainal Arifin Adnan Ketua MUI Solo, Ustadz Wahyudin pimpinan Ponpes Al Mukmin Ngruki, Prof. Dr. Bambang Setiadji Rektor UMS Solo, Ustadz Sholeh Ibrohim dari JAT, Ustadz Nurhadi dari Hidayatullah, Ustadz Rosyid Ridho Ba’asyir, Lc., Ustadz Kasimin dari FPIS dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar