data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Senin, 04 Maret 2013

Wanted! Inilah Daftar 11 Nama Buronan Al-Qaeda Tahun ini, 'Hidup atau Mati'

Al-Qaeda merilis 11 daftar nama target operasi dipublikasikan majalah Inspire, 'Hidup atau Mati'
Al-Qaidah baru-baru ini mengeluarkan daftar orang paling dicari pada tahun ini. Daftar itu bahkan sudah dipublikasikan melalui majalah Inspire, majalah yang dijadikan jaringan Al Qaidah untuk menyebarkan pesan jihad.

Situs digitaljournal.com melaporkan, Senin (4/3), Al Qaidah menyebut ada sebelas orang yang menjadi daftar target mereka. Al Qaidah membuat identitas kesebelas buron ini untuk ditangkap hidup atau mati.

Majalah terbit pertama kali pada Juni 2010 itu juga membuat foto para target. Mereka dicari lantaran dianggap telah melakukan kejahatan terhadap Islam dan melecehkan Nabi Muhammad. Pemberi informasi akan mendapat hadiah.

Majalah dengan slogan 'Kita bisa. Satu peluru sehari agar orang kafir mati'  ini menempatkan Terry Jones sebagai target buruan mereka. Lelaki 61 tahun itu merupakan seorang pendeta asal Negara Bagian Florida, Amerika Serikat. Dia menyerukan ajakan buat membakar Alquran pada April tahun lalu.

Kartunis sekaligus editor majalah satir asal Prancis Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier, juga masuk dalam urutan kedua taget buron Al Qaidah. Pada September lalu, majalah itu menerbitkan kartun Nabi Muhammad telanjang. Awal Januari lalu, majalah mingguan ini juga menerbitkan edisi khusus 64 halaman kartun biografi Nabi Muhammad berjudul The Life of Muhammad.


Sembilan nama lain yang masuk daftar buron Al Qaidah juga telah membuat umat muslim di seantero dunia bergejolak. Kesembilan nama itu, termasuk Ayaan Hirsi Ali, Flemming Rose, Moris Swadiq, Salman Rushdie, Geert Wilders, Lars Vilks, Carsten Luste, dan Kurt Westergaard.

Politikus asal Belanda, Geert Wilders, empat tahun lalu melansir film dokumenter berjudul Fitna. Film dokumenter ini menuding Alquran mengajarkan kekerasan dan melecehkan perempuan.

Salman Rushdie adalah pengarang Ayat-ayat Setan, The Satanic Verses yang menghina Islam. Dalam buku yang ditulisnya tahun 1988 itu, Rushdie memasukkan Tuhan (Allah) sebagai tokoh. Sang tokoh utama yang bernama Mahound (yang kemungkinan besar merujuk pada Muhammad). Rushdie juga diberi fatwa mati oleh Pemimpin Iran saat itu Ayatollah Khameini.

Selain itu, Majalah berbahasa Inggris ini juga membuat wacana khusus yang berisi tulisan agar tentara Prancis segera meninggalkan Mali dengan judul 'Prancis, penjajah tolol'.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar