data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Rabu, 06 Maret 2013

Fakta Unik Sang Komandan Venezuela.


Presiden Venezuela Hugo Chavez hari ini menghembuskan nafas terakhir pasca menjalani kemoterapi setelah operasi kanker. Rakyat Ibu Kota caracas berduka sebab kehilangan pemimpin paling karismatik memerintah negara itu lebih dari 14 tahun.

Banyak fakta menarik seputar Chavez. Dia menjadi pemimpin negara paling berhasil membawa faham sosialis kembali di abad 21 ini. Tak hanya itu, dia juga sukses menekan angka kemiskinan di Venezuela meski angka kekerasan antar sipil belum mampu dia tangani.

Ini dia beberapa fakta mengapa Chavez begitu menarik bagi sejagat. Dilansir dari stasiun televisi CNN, situs bbc.com, dan srat kabar Bloomberg. Berikut ulasannya.

1. Minum 40 gelas kopi sehari


Fakta menarik sekaligus mengejutkan, ternyata Hugo Chavez doyan minum kopi 40 gelas sehari. Dia tidak melewatkan satu hari pun tugas kenegaraan tanpa minuman berkafein itu di sampingnya.

Kopi ini disinyalir menyebabkan Chavez menderita kanker sebesar bola tenis di panggulnya. Dokter di Ibu Kota Havana, Kuba, mengatakan minum kopi tanpa disertai air putih akan berefek sangat buruk bagi kesehatan, apalagi jika jumlahnya melebihi kadar normal. Batas meminum kopi dianjurkan hanya dua gelas sehari.

2. Lahir dari keluarga Miskin

Keluarga Chavez merupakan keluarga miskin, Bocah bernama Hugo Rafael Chavez Frias lahir pada 28 Juli 1954 di Desa Sabaneta yang terletak di wilayah pedalaman. Chavez merupakan putra kedua dari tujuh bersaudara.

Meski hidup di garis kemiskinan, Chavez tumbuh besar dengan cukup bahagia. Dalam buku berjudul, "Hugo! The Hugo Chávez Story from Mud Hut to Perpetual Revolution" yang ditulis oleh Jones Bart pada 2007 silam, Chavez sudah berpengalaman dalam menghadapi kesulitan, termasuk di antaranya adalah sulit makan.

Di usianya yang ke-17, Chavez memutuskan untuk melanjutkan studinya di Akademi Militer Venezuela. Pada saat itu, Chavez pun cukup giat dalam menekuni hobinya yaitu bermain kasti, menulis cerpen, puisi, bermain teater, dan melukis.

3. Takut mati sebelum menyelesaikan tugasnya


Dalam sakitnya Hugo Chavez dikabarkan takut menghadapi kematian. Bukan karena gemetaran untuk secepatnya bertemu Tuhan namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus dia selesaikan.

Saat terbaring di sebuah rumah sakit di Ibu Kota Havana, Kuba, keluarga Chavez sering mengadakan doa bersama. Air mata pemimpin penganut Katolik Roma itu selalu menetes dan memohon pada Sang Pencipta agar dia bisa melanjutkan hidupnya. 

"Saya memohon padaMu, untuk memberi saya hidup namun memang menyakitkan," ujarnya kala itu. Ini lantaran penyakit Chavez tak kunjung sembuh.

4. Perang dengan Vatikan


Sebagai penganut Katolik Roma yang taat Hugo Chavez dilaporkan pernah berperang dingin dengan pusat pemerintahan Katolik Vatikan. 

Pejabat Takhta Suci bersitegang dengan pemimpin Venezuela itu lantaran memegang teguh faham sosialis dan menerapkannya pada negaranya. 

Perang dinginnya dengan Vatikan membawa dilematis tersendiri. Dia dikabarkan selalu berdoa memohon ampunan lantaran takut Tuhan marah atas pilihannya menerapkan faham sosialis.

5. Musuh Bebuyutan Amerika


Presiden Venezuela ini termasuk salah satu dari empat kepala negara paling dinantikan pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (MU PBB) selain Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, mantan Presiden Libya Muammar Qaddafi, dan mantan pemimpin Kuba Fidel Castro.

Dia dicintai rakyatnya namun dibenci Amerika Serikat dan sekutunya. Dialah satu-satunya presiden yang berani menyebut George W Bush, presiden Amerika Serikat saat itu, dengan kata-kata kasar dalam forum resmi Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa September 2006.

Sehari sebelumnya, mantan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush berbicara di podium sama. Chavez mengatakan, dia masih mencium aroma setan dan belerang.

"Iblis datang ke sini kemarin," kata Chavez, merujuk pada Bush, yang berbicara di mimbar yang sama sehari sebelumnya. "Dan bau belerangnya masih tercium hingga hari ini." Sontak anggota hadir dalam MU PBB itu tertawa.

Chavez menuduh Bush berbicara "seolah-olah ia memiliki dunia" dan mengatakan seorang psikiater bisa dipanggil untuk menganalisis pernyataan-pernyataannya. Omongan Chavez itu menjadi berita utama hampir di seluruh media terkemuka dunia.

6. Pengkritik Sejati Invansi AS ke Irak dan Afghanistan


Chavez, yang selama bertahun-tahun mencerca Presiden Amerika, George W. Bush. Chavez yang terkenal sangat anti-Amerika Serikat mengatakan wartawan Irak yang melemparkan sepatunya ke arah George W. Bush merupakan seorang pemberani.

Ia mengatakan dia senang sepatu tersebut tak mengenai Bush namun ia tersenyum selama video insiden itu diputar dalam sidang kabinet yang ditayangkan oleh satu stasiun televisi Venezuela.

“Hal yang bagus benda itu tak mengenai dia. Saya tak punya keberanian melemparkan sepatu kepada siapa pun, tapi sungguh, itu perbuatan yang berani," kata dia seperti yang dipetik Kantor Berita Associated Press, 2008.

Chavez merupakan pengkritik sejati atas teror perang yang dilancarkan AS di Irak dan Afganistan dan kerap kali menyebut Bush dengan “keledai,” “pemabuk", dan “Tuan Berbahaya". 

7. Sumpahnya diwakili ribuan rakyat Venezuela


Bahkan saat dia tengah sekarat pun hampir seluruh rakyat Venezuela bergeming untuk menurunkan Hugo Chavez dari posisi presiden.

Sejatinya pemimpin bertubuh tambun itu dilantik dan mengucapkan sumpah menjalani pemerintahan empat tahun ke depan pada 23 Januari namun kondisi kesehatannya yang buruk memaksanya istirahat dan sumpah itu diucapkan oleh puluhan ribu warganya di depan istana kepresidenan di Ibu Kota Caracas.

Rakyat Venezuela mengumandangkan sumpah simbolik sebagai tanda dimulainya kembali masa jabatan Chavez yang keempat. Sumpah juga diucapkan Wakil Presiden Nicolas Maduro. Dengan lantang dia menyebutkan; 

"Saya bersumpah atas nama konstitusi Bolivaria, saya akan mempertahankan kepresidenan Commandante Chavez dengan penuh kekuatan, kebenaran, dan kecerdasan".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar