data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Selasa, 05 Maret 2013

Protes Hijab, Perempuan Iran Demo Bertelanjang Dada.


STOCKHOLM - Demo memajang aurat kini bukan hanya gemar dilakukan kelompok gerakan feminis Ukraina FEMEN, namun sudah menulari kaum wanita komunis Iran yang tak setuju dengan pemakaian jilbab.

Para wanita yang menyebut dirinya sebagai anggota Partai Komunis Iran dan Organisasi Menentang Kekerasan terhadap Wanita di Iran, menggelar demo nekat di ibu kota Swedia, Stockholm pada hari Minggu (3/3/2013), lansir Huffington Post .

Demo itu, kata mereka, diabdikan untuk memperingati Hari Wanita sedunia yang akan jatuh pada 8 Maret mendatang. Para wanita komunis itu mengecat badannya dengan slogan seperti “Saya telanjang sebagai protes” dan “No to Hijab” dan mengusug gambar-gambar demonstrasi anti-Islam oleh pendukung FEMEN.

Foto-foto tanpa bra dari Stockholm itu pertama muncul pada situs web resmi FEMEN. Kelompok FEMEN mendukung gerakan “sextremist” dan amat percaya diri mengekspresikan ungkapan kekesalannya terhadap “perang historis”.

Kalau wanita konsisten menentang Islam, maka “wanita bakal menang, menang dan menang”, teriak kaum wanita 'sakit jiwa' tersebut.

Para pendemo yang suka pamer payudara itu baru-baru ini bersama seorang wanita aktivis Mesir Alia al-Mahdi demi ditonton orang. Mereka bilang “ancaman dari Islam” semakin nyata dan konstitusi Mesir sangat berbau Islam garis keras, serta Mohamed Mursi (presiden Mesir) yang getol mengkampanyekan Hukum Syariah.

Aksi seperti ini biasanya dilakukan oleh aktivis FEMEN dari Ukraina. Mereka menjadi terkenal di seluruh dunia sejak menggelar protes tanpa busana di pelbagai negara. FEMEN keras menentang pariwisata seks, lembaga-lembaga keagamaan, biro-biro perwakilan internasional dan seksisme, selain masalah-masalah international maupun masalah di dalam negeri.

Gerakan ala 'Zaman batu' ini dengan cepat menular. Kantor FEMEN baru-baru ini membuka cabang-cabangnya, serta akan membuka kantor-kantor di New York, Montreal selain Sao Paulo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar