data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Senin, 18 Maret 2013

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman “Ibunda Para Syuhada” Di Jalur Gaza.

RIBUAN warga Palestina pada hari Ahad sore kemarin (17/3/2013) berpartisipasi dalam prosesi pemakaman “Khansa Palestina” anggota parlemen Mariam Farhat, yang meninggal saat fajar hari Ahad dalam usia 64 tahun setelah lama menderita sakit.

Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah dan Wakil Kepala Pertama Dewan Legislatif Ahmad Bahar ikut berpartisipasi dalam prosesi pemakaman Farhat, di samping menteri Palestina lainnya, anggota parlemen, pemimpin faksi dan ribuan warga.

PM Gaza Ismail Haniyah turut berkabung atas wafatnya “Khansa Palestina” dalam pidato yang disampaikannya di masjid Umari Kota Gaza dan berjanji untuk mengikuti teladannya dalam jalan perjuangan serta perlawanan sampai pembebasan Palestina dari pendudukan Israel terwujud.

Haniyah mengingatkan akan pengorbanan Mariam Farhat dan ketabahannya yang legendaris. Haniyah mengatakan Mariam Farhat adalah hadiah dari surga kepada orang-orang di bumi dan menggambarkan beliau sebagai seorang wanita yang luar biasa.

Mariam Farhat dikenal sebagai “Khansa Palestina” dan juga ibu para syuhada, dinamai seorang penyair Arab perempuan abad ke-7, untuk menghormati ketabahan setelah ia kehilangan tiga putranya dalam kegiatan perlawanan terhadap pendudukan Israel.

Semua anak-anaknya adalah anggota sayap bersenjata Hamas brigade Al-Qassam, kata Haniyah. Salah satunya, Komandan Nidal, yang membuat roket-roket Al-Qassam yang telah mencapai Tel Aviv dan Yerusalem. Sedangkan anaknya Muhammad telah melakukan operasi syahid di permukiman Atzmona dan menewaskan 9 tentara Israel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar