data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Sabtu, 14 September 2013

Semangati Laskar, Habib Rizieq Cerita Kisah Keberanian Abdullah bin Mas'ud

Jakarta (SI Online) - Saat pertemuan pimpinan ormas Islam di Markaz Syariah Jakarta pada Rabu (11/9/2013), ada salah seorang peserta menanyakan apakah demo boleh didalam Islam. Menjawab pertanyaan tersebut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengatakan bahwa demo itu memang identik dengan kaum sosialis, karena itu untuk menghindari perdebatan dalam terminologi bahasa sebaiknya mulai saat ini lebih baik menggunakan kata aksi.

Dalam sejarah perjuangan Islam di massa Rasulullah Saw, khususnya disaat fase dakwah terang-terangan banyak sekali kisah-kisah aksi para sahabat dalam berjuang, salah satunya ialah aksi Abdullah bin Mas'ud.


Dihadapan pimpinan ormas dan laskar FPI, Habib Rizieq kemudian menceritakan keberanian Abdullah bin Mas'ud dalam melakukan aksi pembacaan al Qur'an kepada orang-orang Quraisy.


Pada suatu hari para sahabat Rasulullah berkumpul di Makkah. Rasul berkata, "Demi Allah, kaum Quraisy belum pernah mendengar ayat-ayat Al-Qur'an yang kita baca di hadapan mereka dengan suara keras. Siapa kira-kira yang dapat membacakannya kepada mereka?"


Mendengar itu Abdullah bin Mas'ud kontan menjawab, "Aku sanggup membacakannya kepada mereka dengan suara keras."


Namun para sahabat tidak menyetujui jika Abdullah yang melakukan karena ia seorang yang dianggap lemah dan juga berasal dari kabilah yang kecil sehingga khawatir tidak ada yang melindunginya dari penganiayaan kaum Quraisy.


Habib Rizieq menggambarkan sosok Abdullah bin Mas'ud yang bertubuh mungil dan memiliki kaki yang kecil, bahkan dengan kondisi tubuhnya seperti itu membuat anginpun bisa menggoyangkan tubuhnya.


Namun Abdullah tak gentar seraya menjawab "Biarlah, aku saja. Allah pasti melindungiku,"


Keesokan harinya, dihadapan kaum Quraisy, Abdullah bin Mas'ud dengan suara lantang dan merdu membacakan surah Ar-Rahman.


Bacaan Abdullah yang merdu dan lantang itu kedengaran oleh kaum Quraisy di sekitar Ka'bah. Mereka terkesima saat mendengar dan merenungkan ayat-ayat Allah yang dibaca Abdullah. Kemudian mereka bertanya, "Apakah yang dibaca olehmu wahai Abdullah bin Mas'ud?"


"Sialan, dia membaca ayat-ayat yang dibawa Muhammad!" kata mereka begitu tersadar. Lalu mereka berdiri serentak dan memukuli Abdullah. Namun Abdullah bin Mas'ud meneruskan bacaannya hingga akhir surah. Ia lalu pulang menemui para sahabat dengan muka babak belur dan berdarah.


"Inilah yang kami khawatirkan terhadapmu," kata para sahabat.


Namun penganiayaan kaum Quraisy tak sediikitpun membuat Abdullah bin Mas'ud kapok, ia malah mengatakan "Demi Allah, sekarang musuh-musuh Allah itu semakin kecil di mataku. Jika kalian menghendaki, besok pagi aku akan baca lagi di hadapan mereka."


Subhanallah, mendengar kisah tersebut jamaah yang hadirpun langsung meneriakkan takbir "Allahu Akbar".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar