data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Sabtu, 14 September 2013

Lebay, 1.053 Polisi Diterjunkan di Pelabuhan Ketapang untuk Amankan Demo FPI

Banyuwangi (SI Online) - Sekitar 1.053 aparat dikerahkan untuk mengamankan unjuk rasa Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur yang menolak kontes Miss World 2013. Ribuan personel gabungan dari Polri, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja itu melakukan pengamanan di lokasi unjuk rasa di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (14/9/2013).

Ratusan anggota FPI dari berbagai daerah berdemonstrasi dengan menggelar doa bersama (istiqosah) dan orasi di Banyuwangi untuk menolak kontes maksiat Miss World yang digelar di Pulau Bali.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Banyuwangi, Kompol Sujarwo, mengatakan personel gabungan sudah siaga sejak pagi di depan Stasiun Banyuwangi Baru hingga pintu masuk Pelabuhan Ketapang.

"Polres Banyuwangi juga mendapat bantuan personel dari Brimob Polda Jatim untuk mengamankan demonstrasi penolakan Miss World karena aparat kepolisian sebenarnya tidak memberikan izin demo itu," tuturnya.

Kompol Sujarwo menjelaskan bahwa personel gabungan itu terdiri dari 5 satuan setingkat kompi (SSK) pasukan pengendali massa (Dalmas) Polres Banyuwangi, 2 SSK Brimob Polda Jatim, 3 SSK anggota TNI, 2 pleton Satpol PP, petugas dan lima unit mobil pemadam kebakaran (PMK) serta satu unit ambulance.

"Alhamdulillah demonstrasi berjalan damai. Pendemo hanya melakukan doa bersama dan orasi di dua lokasi yakni Stasiun Banyuwangi Baru dan Pelabuhan Ketapang, sehingga mereka tidak jadi menyeberang ke Pulau Bali," paparnya.

FPI akhirnya batal menyeberang ke Pulau Dewata karena pasukan Brimob sudah bersiaga di depan pintu masuk Pelabuhan Ketapang. Polisi sudah memblokade jalan masuk pelabuhan dengan kawat besi dan menyiagakan sebuah kendaraan "water canon".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar