data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Senin, 09 September 2013

DPP Front Jihad Islam Juga Sambut Tantangan Perang Pecalang Hindu Bali Soal Miss World

YOGYAKARTA(voa-islam)Front Jihad Islam (FJI) mengatakan, keinginan masyarakat dalam menolak acara Miss World 2013 yang akan digelar di Indonesia selama ini dilakukan dengan aksi damai. Masyarakat menolak penyelenggaraan ajang pamer aurat Miss World diseluruh wilayah Indonesia termasuk Bali, karena bertentangan dengan ajaran Islam dan tidak sesuai dengan budaya bangsa.

Namun, reaksi berlebih ternyata ditunjukkan Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP) Bali dan para pecalang (petugas keamanan desa adat) Hindu Bali dengan menantang perang puputan terhadap umat Islam.

Untuk itu, Ketum FJI ustadz Haris Darmawan mengingatkan MUDP Bali dan para pecalang Hindu Bali untuk berfikir kembali soal tantangan perang yang disampaikan pada umat Islam beberapa waktu lalu tersebut.

“Perihal tantangan dari MUDP dan pecalang-pecalangnya, kami dari Front Jihad Islam sama sekali tidak terbersit untuk memulai permusuhan dan mengajak peperangan apalagi berdasarkan agama kepada masyarakat di Bali umumnya, dan MUDP khususnya,” katanya kepada voa-islam.com, Jum’at (6/9/2013).

“Akan tetapi sebagaimana sabda Rasulullah saw bahwa kita jangan berharap untuk bertemu musuh, tapi jika sudah bertemu musuh, umat Islam pantang untuk menghindar,” lanjut ustadz Haris.

Maka dari itu, FJI meminta MUDP mencabut tantangan tersebut dan meminta maaf kepada masyarakat, para tokoh bangsa, dan khususnya kepada umat Islam Indonesia.

“Jadi kami Front Jihad Islam meminta kepada MUDP untuk mencabut tantangan tersebut dan meminta maaf kepada seluruh umat Islam beserta seluruh ormas Islam sebelum situasi memanas,” ujarnya.

“Jika tantangan tersebut tidak dicabut, kami tidak mundur dan akan angkat senjata menyambut tantangan tersebut,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pendeta Putu Setia atau yang bernama baptis Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda menyatakan jika urusan Miss World adalah urusan budaya, sehingga tak ada sangkut pautnya dengan agama.

Ia menegaskan, Jero Gede Suwena, Ketua Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP) Bali yang mendukung Miss World memiliki ribuan pecalang yang siap melakukan perang puputan jika Front Pembela Islam (FPI) memaksa panitia membatalkan Miss World.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar