data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Jumat, 06 September 2013

Habib Selon Pastikan Sudah 25 Artis yang Menolak Ajang Miss World

JAKARTA (voa-islam.com) – Ketua FPI DPD DKI Jakarta Habib Selon yang berdakwah di kalangan artis memastikan sudah 25 artis yang menyatakan penolakannya terhadap ajang Miss World yang diadakan di Bali. Diantara artis itu adalah Irwansyah, Olga Saputra, Raffi Ahmad, dan Oppie Kumis. Habib Selon yakin, suatu saat akan ada artis bersyariah.  

“Saya memang berdakwah di berbagai kalangan, baik di lingkungan partai hingga artis. Juga berdakwah dari  wilayah ‘sajadah sampai haram jadah. Jika artis saja menolak, maka sangat disesalkan jika ada kiai yang mendukung Miss World. Yang jelas, FPI bersama sejumlah ormas Islam yang ada akan melakukan aksi pengepungan di Sentul. Jika perlu, kita penuhi jalan tol untuk menutup akses masuk menuju Sentul,” kata Habib Selon.

Habib Selon siap pasang badan untuk menjegal gagalnya ajang Miss World. Habib mengancam, jika betul-betul Miss World diadakan di Jakarta, maka siap-siap saja untuk dibakar. “Kita siap dibunuh dan diasingkan,” ungkap Habib Selon.  

Habib Selon menegaskan, sudah jelas, Miss World merusak budaya, tuntunan agama, dan melanggar konstitusi. Kontes tersebut terkandung muatan pornografi di dalamnya. Yang jelas bukan hanya Miss World saja yang FPI kecam, tapi siapapun yang membuka aurat di depan umum, dengan memperlihatakan dada, paha dan bagian tubuh seksi lainnya. Termasuk, penyanyi  dangdut, pop, bahkan penyanyi marawis sekalipun.

Hingga saat ini gelombang penolakan kontes Miss World semakin besar, bukan hanya MUI, FPI dan FUI, tapi sejumlah ormas islam besar seperti NU dan Muhammadiyah, majelis taklim, berbagai komunitas masyarakat, termasuk selebritis dan Komnas HAM.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar