data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Senin, 02 September 2013

PBNU Mengaku Netral Tidak Menolak Dan Tidak Mendukung Miss World 2013

Kontes kecantikan Miss Word 2013 yang akan digelar di Bali September mendatang, menuai penolakan. Salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Front Pembela Islam (FPI) serta sebagian Cabang NU pun Tegas Menolak .

Merespon kontroversi tersebut, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Effendi Yusuf meminta semua pihak untuk dapat duduk bersama dalam membahas dan menyikapi masalah ini secara musyawarah.

"Saran saya, pihak panitia penyelenggara duduk satu meja dengan MUI, yang di tengahi pihak pemerintah, untuk membahas dan menyikapi polemik ini, yang intinya jangan sampai penyelenggaraan Miss World di dalam negeri ini, malah menimbulkan kegaduhan di masyarakat," kata Slamet Effendi di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (31/8/2013). 


Slamet Effendi berharap, pemerintah dapat bijaksana dan arif untuk mendengarkan suara-suara yang kontra dari kolompok masyarakat atas pelaksanaan Miss World tersebut.  Sebab, masyarakat dalam negeri memiliki karakter tersendiri dalam mempertahankan adat istiadat, budaya dan melaksanakan nilai-nilai agama yang di yakininya. "Sehingga sebagian masyarakat tidak cocok dengan penyelenggaraan Miss World, yang dipandang sebagai budaya impor, yang banyak negatifnya dari pada positifnya," ujarnya.

Posisi NU, kata Slamet Effendi, tidak menolak dan mendukung pelaksanaan Miss World 2013 di dalam negeri. Karena masalah seperti itu, merupakan wilayah Pemerintah, yang harus tegas mengatur dan menyikapinya.

"Kalau ditanya posisi NU dalam persoalan penyelenggaraan Miss World 2013 di dalam negeri ini, kami tidak dalam posisi menolak dan mendukung. Tetapi lebih pada menyarankan Pemerintah harus mendengarkan suara-suara masyarakat dalam masalah ini," tukas Slamet Effendi seperti dilansir Liputan6.com.

---)
Sama seperti kasus Lady Gaga yang waktu itu di wakili Said Agil, PBNU kembali NETRAL ANTARA HAQ DAN BATIL.

Slamet Efendy Yusuf adalah Tokoh DPP Golkar yang gak tahu kenapa bisa jadi Pengurus Besar NU.

Kubu yang bersikap netral sama saja dengan kubu musuh, karena tidak ada sikap andil mereka terhadap pembelaan agama yang mulia ini.

Pada hari kiamat orang yang sadar akan menyadari dan orang yang menyesal akan menyesali, namun penyesalan tidak berguna lagi.

Hanya ada dua jalan dan TIDAK ADA KENETRALAN. Satu kelompok (kubu) di syurga dan satu kelompok (kubu) lagi di neraka. , tentunya tidak sama. Sayyidina Ali ibn Abi Tholib –radhiyallohu ‘anhu- pernah berkata : “ Netral diantara Haq dan Bathil adalah Bathil.”

Allah Berfirman: “Sebenarnya Kami melontarkan yang haq kepada yang bathil lalu yang haq itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang bathil itu lenyap…” (al-Anbiya : 18)

“Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran), disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya. (QS. An-Nisaa: 88) Ayat ini mengingat agar orang beriman jangan terpecah menghadapi kaum munafiqun.

Lalu Allah melanjutkan lagi dalam surah yang sama (QS An-Nisa: 89): “Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan diantara mereka sebagai teman-teman (mu), sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. ….”

Semoga Allah Bersihkan NU yang kita cintai dari paham-paham Liberal.

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Alloh agar kamu bertakwa.” (Al An’aam : 153)

Wassalamu ala manittaba’al Huda (Selamat dan sejahtera atas siapapun yang mengikuti petunjuk)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar