data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Sabtu, 14 September 2013

Polisi Hadang Massa FPI yang Mau Menyeberang ke Bali

  BANYUWANGI (suarakawan.com) – Ratusan massa Front Pembela Islam (FPI) yang akan menyebrang dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pulau Bali   untuk membubarkan Miss World 2013 mendapat hadangan dari aparat kepolisian, Sabtu (14/09)

Massa FPI yang datang dari perwakilan seluruh Jawa Timur tersebut datang dari Stasiun Banyuwangi Baru yang jaraknya sekitar seratus meter dari pelabuhan Ketapang dengan berjalan kaki sambil membentangkan panji-panji FPI.

Ratusan Anggota kepolisian yang sudah menunggu sudah membentangkan barikade kawat berduri untuk mencegah agar FPI tidak dapat memasuki kawasan pelabuhan, akibatnya puluhan kendaraan yang didominasi truk terhambat untuk menyeberang.

FPI yang mencoba bernegoisasi dengan aparat agar diijinkan untuk menyeberang ke Bali di tolak oleh aparat kepolisian dan diminta untuk kembali dan mengurungkan niatnya untuk melakukan aksi di Nusa Dua tempat penyelenggaraan Miss World 2013.

 Setelah kurang lebih satu jam melakukan aksi dan dilarang menyeberang ke Bali, massa FPI membubarkan diri. Mereka meninggalkan lokasi dengan menggunakan 17 kendaraan yang terdiri dari dua bus dan sisanya kendaran pribadi. Massa tersebut berasal dari Surabaya, Jember, Pasuruan, Lumajang, Madura, dan Banyuwangi.



Dalam orasinya, Habib Haidar Al Hamid, Ketua FPI DPD Jawa Timur, Sabtu (14/9/2013), menjelaskan, pihak FPI mengawal fatwa Majelis Ulama Indonesia yang menolak Miss World karena tidak sesuai dengan ajaran Islam yang mewajibkan muslimah menutup auratnya.

Sementara itu , koordinator aksi FPI, Sasmito, menggelorakan semangat jihad untuk membubarkan Miss World di Bali. “Siap mati? Siap bersihkan Bali dari maksiat?” kata dia, yang disambut oleh massa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar