data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Jumat, 24 Mei 2013

Tradisi final senegara lebih memihak Dortmund.

Tahukan Anda? Ada tradisi unik yang condong memihak Borussia Dortmund menjelang Final Liga Champions hari Minggu (26/5) kontra Bayern Munich.

Laga keduanya adalah kali keempat final Liga Champions mempertemukan dua klub dari 1 negara yang sama, dan dalam pertemuan final senegara sebelumnya tim yang berperingkat lebih rendah di Liga domestik lebih sering menang.

Seperti kasus final musim 1999-2000, Real Madrid yang menggasak Valencia 3-0 kala itu finish di peringkat 5 klasemen akhir La Liga, sedangkan El Che di peringkat 2.

Musim 2002-2003 cerita terulang, AC Milan yang menang adu penalti melawan Juventus berperingkat lebih jelek ketimbang Juve yang musim itu menjadi pemilik Scudetto Serie A.

Hanya final senegara musim 2007-2008 yang mematahkan tren di atas, yakni saat Manchester United menang atas Chelsea. Kala itu Setan Merah juara Premier League sementara Chelsea hanya runner up, so akankah tren berlanjut memihak Dortmund atau patah sekali lagi guna memihak Munich?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar