data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Senin, 06 Mei 2013

FPI Tasikmalaya Bantah Merusak Masjid.

Front Pembela Islam (FPI) Tasikmalaya menegaskan tidak terlibat dalam perusakan masjid Ahmadiyah di Tenjowaringin dan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Hal ini dikatakan, Ketua FPI Tasikmalaya, Ust.Acep Sopyan, Ahad malam 5 Mei 2013.

"FPI tidak terlibat. Seandainya ada anggota FPI (terlibat) tapi atas nama pribadi, itu hak mereka. Tapi secara organisatoris FPI tidak terlibat," kata Ust.Acep.

Mengenai tudingan Kapolda Jawa Barat yang mengatakan FPI dibalik aksi penyerangan, Ust.Acep mempersilakannya. Namun dia menegaskan, FPI Tasik tidak ikut campur dalam perusakan masjid itu. "Kalau baru dugaan atau tudingan silakan saja. FPI sudah biasa dituding, sudah biasa dikait-kaitkan," kata dia.

Ust.Acep mengatakan, FPI Tasikmalaya sudah maksimal menciptakan kondusifitas di Tasikmalaya. FPI, kata dia, bekerjasama dengan polisi menciptakan kondusifitas di Tasikmalaya.

"Saat ini, FPI sedang enjoy dengan program dakwah di Tenjowaringin," terang dia. Dengan berdakwah, kata dia, sebanyak 700 jemaah Ahmadiyah telah masuk Islam.

Acep menerangkan, Kapolres Tasikmalaya dan Kasat Intel sudah negosiasi dengan pihak Ahmadiyah agar menutup acara pengajian pada Jumat sore, 3 Mei 2013. Namun pada Jumat malam, pihak Ahmadiyah membuka kembali pengajian itu.

"Ahmadiyah ngeyel, kalau ngeyel ya massa bergerak. Tapi jangan kambing hitamkan FPI," tegas Ust.Acep.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar