data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Senin, 06 Mei 2013

Jika Dialog Ditutup, Umat Islam Siap Jihad & Hancurkan Kedubes Myanmar.

Jika kali ini pemerintah Myanmar mengabaikan desakan umat Islam Indonesia untuk menghentikan pembantaian Muslim Rohingya oleh umat Buddha Myanmar, maka umat Islam siap berangkat berjihad membunuh para teroris ekstrimis radikal Buddha, serta Kedubes Myanmar harus rata dengan tanah!!!

Takbir! Allahu Akbar!!!

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab menyampaikan jika pintu dialog untuk menghentikan pembantaian Muslim Rohingya sudah ditutup, maka umat Islam akan berjihad ke Myanmar dan Kedubes Myanmar harus rata dengan tanah.

Hal ini disampaikan Habib Rizieq Syihab dalam Aksi Solidaritas untuk Muslim Rohingya-Arakan di depan Kedutaan Besar Myanmar, Jl. KH. Agus Salim, Jakarta Pusat.

“Maka itu kita masih memberikan kesempatan untuk berdialog, karena kita ingin ini selesai secara elegan. Selain itu, kalau dialog sudah ditutup, maka kita akan menyatakan jihad dan Kedubes Myanmar harus ditutup dari Jakarta,” ujarnya di hadapan ribuan kaum Muslimin, pada Jum’at (3/5/2013).

Ia menegaskan, jika umat Islam marah, maka tak peduli lagi apa pun yang terjadi dengan Kedubes Myanmar. “Kalau kita turun lagi, kita tidak peduli kalau umat Islam marah, sekalipun kedutaannya mau dibakar saudara,” tuturnya.

Untuk itu, Habib Rizieq Syihab juga meminta agar aparat keamanan tidak lagi menghalangi umat Islam untuk menghancurkan Kedubes Myanmar.

“Maka itu saya minta, kalau dialog ditutup, kemudian pemerintah tidak mau menutup Kedutaan Besar Myanmar, kita harus datang sepuluh kali lipat dari jumlah yang sekarang. Dan kalau kami datang nanti, kami minta polisi dan tentara minggir saja, kita tidak mau diadu dengan polisi. Biar kami yang runtuhkan, ratakan dengan tanah Kedutaan Besar Myanmar,” tandasnya.

Voa-islam.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar