data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Sabtu, 04 Mei 2013

Remaja Tawuran, Gua Harus Bilang “WOUW Githu..!”

Ampyuunn…dech guys, tawuran memakan korban lagi. Tercatat selama taon 2012 sudah terjadi 150 tawuran di Indonesia en korbannya udah mencapai 15 orang. Sadar nggak sich, kalo tawuran itu nggak penting banget. Hmmm…emang kudu di sadarin nich.

Pdahal kita sesama muslim bersaudara lho…”DAMAI ITU INDAH”. Slogan itu sering kali kita denger kan guys di kuping kita. Nach ISLAM mengajarkan kita bagaimana bersikap dengan sesama sodara.

Nah, berikut ini adalah tips-tips dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bagaimana cara berinteraksi dengan sesama muslim :

Pertama, mencintai muslim lain sebagaimana mencintai dirinya sendiri.

”Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim)

Kedua, menyukai apa yang disukai muslim lain sebagaimana dirinya menyukai apa yang dia sukai, dan membenci apa yang dibenci muslim lain sebagaimana dirinya membenci apa yang dia benci.

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang dengan sesama mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan baik (sakit) demam dan tidak bisa tidur.” (HR. Bukhari-Muslim)

Ketiga, tidak menyakiti muslim lain dengan perbuatan atau perkataan.

”Seorang muslim adalah orang yang muslim lainnya selamat dari gangguan lidah dan tangannya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Keempat, bersikap tawadhu kepada setiap muslim dan tidak sombong kepadanya.

”Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku hendaklah kamu tawadhu sehingga tidak ada orang yang membanggakan diri kepada yang lain.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Maajah)

Kelima, tidak menyampaikan berita atau gunjingan kepada sebagian yang lain tentang apa yang didengarnya dari sebagian yang lain.

”Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Bukhari-Muslim)

Keenam, kalau marah, maka tidak boleh mengindarinya lebih dari tiga hari.

”Tidak boleh seorang muslim menghindari saudaranya lebih dari tiga hari, keduanya saling bertemu lalu saling berpaling. Sebaik-baik orang di antara keduanya adalah orang yang memulai mengucapkan salam.” (HR. Bukhari-Muslim)

Ketujuh, melakukan kebaikan kepada setiap muslim semampunya dengan tidak membedakan antara keluarga dan yang bukan keluarga.

”Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tidak pernah berbicara dengan seseorang melainkan beliau menghadapkan wajahnya ke wajah teman bicaranya lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tidak akan berpaling dari wajah seseorang sebelum ia selesai berbicara.” (HR. ath-Thabrani)

Kedelapan, tidak masuk ke rumah muslim lain tanpa meminta izin, jika sampai tiga kali tidak diizinkan maka harus kembali.

”Meminta izin itu tiga kali. Yang pertama untuk menarik perhatian tuan rumah, kedua memperbaiki, dan ketiga agar memberi izin atau menolak.” (HR. Bukhari-Muslim)

Kesembilan, bersikap sopan kepada setiap muslim dengan akhlaq yang baik dan berinteraksi dengan mereka sesuai dengan keadaannya.

”Hindarilah api neraka sekalipun dengan separoh korma. Lalu siapa yang tidak memilikinya, maka dengan perkataan yang baik.” (HR. Bukhari-Muslim)

Kesepuluh, menghormati orang tua dan menyayangi anak-anak.

”Tidak termasuk dalam golongan kami orang yang tidak menghormati orang tua dan tidak menyayangi anak kecil.” (HR. Bukhari dan Abu Dawud)

Kesebelas, selalu memberikan kegembiraan, bermuka manis, dan bersikap lembut kepada semua muslim.

”Tahukah kamu kepada siapa api neraka diharamkan?” Para sahabat menjawab, ”Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Lalu Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, ”Kepada orang yang lemah lembut, yang selalu memudahkan, dan selalu dekat (akrab)” (HR. Tirmidzi)

Jadi…udah dech..mulai sekarang, detik ini juga,, sayangi sodaramu..bukan jatuh cinta sebelum masanya yach, maksudnya sebelum masa pernikahan terjadi..

Sesama Muslim Bersodara…gua harus bilang “WOW GITHU !”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar