data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Selasa, 01 Januari 2013

Maksiat di Malam Tahun Baru, Hotel Melati di Jakarta Dibooking ABG.

JAKARTA (VoA-Islam) – Sudah dipastikan, setiap kali pergantian tahun, kemaksiatan terjadi mana-mana. Semalam, jelang malam pergantian tahun, puluhan hotel melati di Jakarta dipenuhi pasangan muda-mudi yang menghabiskan malam. Hampir semua kamar hotel melati sudah penuh dibooking. Seperti yang terlihat di Hotel Pharmin dibilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kamar hotel tersebut sudah penuh dipesan tamu sejak kemarin.

Karyawan Hotel Pharmin yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, penghuni hotel didominasi oleh pasangan muda-mudi. Namun, beberapa orang dewasa juga terlihat memesan kamar. Harga kamar di hotel tersebut juga melonjak 100 persen. Ada lima jenis kamar hotel, baik yang memakai AC maupun kipas angin.
"Kamar yang paling bagus kelas A, harganya Rp330 ribu dilengkapi AC dan TV, ini untuk malam tahun baru, sedangkan pada malam biasa kelas tersebut hanya Rp165 ribu dilengkapi kipas angin. Kamar yang terendah adalah kelas E harganya Rp155 ribu kalau hari biasanya Rp77 ribu," paparnya.

Sementara itu, sepasang anak muda tampak kecewa ketika mendengar kamar hotel telah penuh. Dia mengaku beberapa hotel melati yang didatanginya telah penuh.

Di Purwakarta, puluhan laskar Front Pembela Islam (FPI) menggelar razia ke sejumlah tempat hiburan karaoke di Purwakarta,Jawa Barat. Kegiatan ini untuk menangkal praktek menyimpang menjelang malam pergantian tahun baru.

FPI mensinyalir praktek maksiat dan peredaran miras menjelang malam pergantian tahun kerap merajalela dan tumbuh subur bak jamur dimusim hujan. Untuk itu dianggap perlu melakukan sweeping ke sejumlah tempat yang diduga dijadikan lahan subur kemaksiatan di Purwakarta. Sejumlah tempat yang ‘disatroni’ massa FPI diantaranya salon kecantikan plus karaoke di Jl Siliwangi Kel Nagri Tengah, dan tempat karaoke di Jl Veteran, Kel Cisereuh serta warung menjajakan minuman keras.

Rupanya aksi FPI lebih dulu ‘tercium’ para pengelola tempat hiburan, sehingga saat massa FPI ‘menyatroni’  tempat hiburan malam tersebut tak didapati tempat hiburan yang biasanya saban malam buka, pada malam itu mendadak tutup. Massa FPI pun berorasi didepan tempat tempat hiburan tersebut agar menghentikan praktek maksiat di kota berjuluk ‘Tasbeh’ . “Kami tak akan berhenti untuk memerangi praktek kemaksiatan ini. Bila hari ini anda selamat, esok lusa kami akan mendatangi lagi kesini,” teriak satu aktifis FPI.

FPI turun ke jalan untuk merazia ke sejumlah tempat hiburan malam. ” Kami tahu, malam tahun baru kerap dijadikan ajang pesta pora dan maksiat. Untuk itu kami menganggap perlu merazia kembali karena euforia malam tahun baru kerap disalah-artikan diantaranya dijadikan ajang hura hura semalam suntuk,” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar