data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Senin, 07 Januari 2013

Tarian Erotis Pole Dance Di IMB 3 TransTV, Diprotes Warga FPI: KPI Jangan Loyo Hadapi Kemaksiatan Media Televisi.

Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus mengontrol media televisi terutama yang menayangkan pornografi dan pornoaksi.

Demikian dikatakan Ketua Bidang Dakwah dan Hubungan Lintas Agama DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhsin Ahmad Alatas kepada itoday, Sabtu (5/1) menanggapi aduan warga ke KPI terhadap tayangan ‘Indonesia Mencari Bakat 3’ (IMB 3) Trans TV yang menampilkan tarian erotis pole dance.

Kata Habib Muhsin, KPI harus mempunyai fungsi kontrol dan pengarah media televisi yang cerdas mendidik beretika menyehatkan secara intelektual etika sosial dan spiritual.

"Dengan tidak berfungsinya sebagaimana mestinya akan melahirkan media televisi yang kontra produktif cenderung merusak akal dan moral bangsa," ujarnya.

Menurut Habib Muhsin, KPI harus lebih proaktif dalam melihat berbagai media televisi agar tidak menayangkan pornografi dan pornoaksi. "Selama ini, KPI hanya menerima keluhan masyarakat baru protes ke media televisi, harus langsung bisa menegur pihak media yang bersangkutan bila mendapati tayangan pornografi dan pornoaksi," paparnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tayangan di stasiun televisi milik Chairul Tanjung, TransTV, diprotes warga, karena mempertontonkan pornografi. Seorang warga bernama Deni Setiawan mengadukan TransTV ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait acara ‘Indonesia Mencari Bakat 3’ (IMB 3).

Menurut Deni Setiawan, aksi penari tiang (pole dance), salah satu peserta wanita di IMB 3, melanggar aturan penyiaran karena dapat mengundang birahi.

“Salah satu peserta wanita menampilkan tarian tiang yang fulgar dengan baju yang sangat ketat sehingga sangat terlihat jelas lekuk tubuhnya. Ditambah dengan gerakan mengangkang dengan kemaluan menghadap ke depan dan ke atas tanpa sensor, ini sangat jelas melanggar aturan penyiaran karena dapat mengundang birahi,” tulis Deni di Pojok Aduan situs resmi KPI.

Deni mengingatkan, tarian tiang pernah menjadi tarian yang mendapat persepsi negatif di negara-negara Eropa, karena sering dibawakan di tempat-tempat yang menjadi sarang prostitusi seperti diskotik, bar dan lainnya. Terkait dengan hal itu Deni meminta KPI agar bisa menegur pihak yang terkait dengan tayangan itu.

Tak hanya Deni, seorang penulis Kompasiana, Evi Cardalola juga sempat membuat tulisan yang mengkritisi penampilan penari pole dance di IMB. Evi meminta peserta yang menampilkan pole dance agar dapat menggunakan busana yang lebih disesuaikan.

Indahkan Teguran FPI, TransTV Tetap Tampilkan Pole Dance Seronok Di IMB 3


Kecaman Front Pembela Islam (FPI) soal tayangan seronok peserta ‘Indonesia Mencari Bakat 3’ (IMB 3) ternyata dianggap angin lalu oleh stasiun televisi milik Chairul Tanjung, TransTV. Malam ini, Sabtu (05/01), salah satu peserta IMB 3, Yohanna, tetap tampil dengan pakaian minim serta gerakan pole dance yang mengundang birahi.

Dalam acara IMB 3, malam ini, Yohanna tampil dengan tanktop hijau pupus dan rok mini berwarna hitam mengkilap. Yohanna dengan tanpa beban, meliuk-liukkan tubuhnya bertumpu pada pole.

Tak hanya itu, dengan sedikit bercanda dewan juri IMB 3 menanyakan kepada Yohanna, mengapa kulit Yohanna tidak lecet meskipun berpilin di pole. Salah satu dewan juri, Addie MS bahkan terkesan memlintir jawaban Yohanna dengan candaan yang memunculkan persepsi pornografi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar