data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Sabtu, 05 Oktober 2013

KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i Nyatakan Ikut Berjuang bersama Warga Lenteng Agung.

Pimpinan perguruan As Syafiiyah KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i akan ikut berjuang bersama warga Lenteng Agung dalam menolak lurah Kristen yang ditempatkan oleh pemprov DKI, pernyataan tersebut ia sampaikan saat konferensi pers Forum Umat Islam (FUI) dalam mendukung warga Lenteng Agung yang menolak lurah Susan pada Kamis (3/9/2013) di Jakarta.

"Lenteng Agung tidak asing bagi saya karena bagian dari keluarga As Syafiiyah, ada murid-murid As Syafiiyah yang kini menjadi ustadz-ustadzah disana," ujar Kyai Rasyid.

Kepada sejumlah perwakilan warga Lenteng Agung yang hadir, ulama kharismatik asal betawi ini berpesan agar senantiasa berpegang teguh kepada agama Allah dan jangan becerai berai, selain itu beliau juga mengajak umat Islam untuk peduli masalah ini.

"Orang yang tidak perhatian dengan urusan kaum muslimin tidak sempurna sebagai umat Islam," ujar Kyai Rasyid membacakan salah satu hadits Nabi Saw.

Seperti diketahui, mayoritas warga Lenteng Agung beragama Islam. Akan tetapi, Jokowi-Ahok menempatkan seorang Kristen untuk memimpin kelurahan ini. Padahal, kata warga, pada zaman penjajahan Belanda saja, Belanda tidak berani menempatkan seorang Kristen menjadi pemimpin di wilayah ini. 

Warga juga mengatakan, di Lenteng Agung terdapat puluhan masjid, ratusan mushola dan majelis taklim serta sekolah pendidikan Islam, tidak mungkin itu semua bisa diatur dan dikoordinasikan jika pemimpinnya kafir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar