data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Selasa, 01 Oktober 2013

Ketua MUI : Copot Penguasa Korup Sekuler, Ganti dengan Habib Rizieq

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidatullah Komaruddin Hidayat menyindir partai berbasis agama tak mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas.

"Partai-partai menggunakan simbol-simbol agama, tapi tidak berhasil melahirkan negarawan," kata Komaruddin usai diskusi dengan pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/9/2013).


Di sisi lain, Komaruddin mengingatkan calon pemilih tak terjebak dengan simbolitas agama. Sebaliknya, lebih melihat kepada tekad calon pemimpin yang mengedepankan sikap memberantas korupsi.


"Masyarakat Indonesia itu religius, tapi tingkat korupsinya tidak turun-turun. Sementara di negara yang sekuler itu korupsinya lebih berhasil ditekan," ujarnya membanggakan negara sekuler.


Menanggapi pernyataan rektor UIN tersebut, ketua Majelis Ulama Indonesia KH. Ahmad Cholil Ridwan mengatakan bahwa Indonesia memang bukan negara Islam tetapi negara sekuler maka wajar banyak yang korupsi sebab orang sekuler tidak mengkaitkan jabatan dan korupsinya dengan azab akherat, jika di Indonesia ada orang Islam yang korupsi itu semata karena memang mayoritas Islam dan pejabatnya juga orang Islam sebagaimana di China koruptornya juga orang China.


"Komaruddin betul, tapi ia pengagum sekulerisme. Dia tidak sadar bahwa Indonesia bukan negara Islam, tapi negara sekuler. Jadi banyak koruptor itu tanggung jawab pemimpin negara yang sekuler termasuk Komar sendiri," ujar Kyai Cholil kepada
Suara Islam Online Jum'at (27/9/2013).

Kyai Cholil menambahkan, pejabat muslim yang korup di Indonesia itu ideologinya sekuler, sebab mereka para pejabat yang ada ini umumnya menolak syariat Islam secara kaffah walau ia seorang muslim. Karenanya jika negara ini mau keluar dari permasalahan bangsa harus diserahkan kepada pemimpin Islam yang benar-benar taat secara kaffah dan mampu menyelamatkan negeri ini.


"Karena itu, kalau mau korupsi habis, serahkan kekuasaan kepada pemimpin Islam seperti Habib Rizieq." ujar Kyai Cholil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar