data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Kamis, 10 Oktober 2013

Allahu Yarham Habib Munzir : Saya mencintai Habib Rizieq dan saya sangat menghormatinya

Habib Rizieq adalah habib nomer satu di Indonesia yg paling bersemangat menegakkan kebenaran, Saya salut atas keberaniannya dan kehebatannya dalam menjalankan dakwahnya, dan kami berteman dan bersaudara akrab, Habib Rizieq tahu betul bahwa diantara kita ada perbedaan, Namun beliau memakluminya dan tak memusuhi saya, dan sayapun demikian, Kita saling maklum dan sama sama berjuang untuk dakwah Rasul saw.

Habib Rizieq Syihab bukan musuh kita, beliau sangat baik dan berjuang membela dakwah Islamiyah, Namun barangkali terlalu berhasrat, dan kita mesti membelanya dari dianiaya atau didholimi dan merangkulnya, Karena banyak juga kegiatan FPI yg positif, yaitu berkhidmat di Aceh ketika bencana tsunami, Juga berjihad di Poso dll.

Ketika saya tanyakan perihal ini pada Guru Mulia kita (Habib Umar Bin Hafidz Hadramaut), Beliau mengatakan bahwa : “masing masing muslim punya cara dalam dakwahnya, ada yang dengan kekerasan, namun kita tetap mengikuti salafusshalihin dan bersama guru guru kita, yaitu dengan kelembutan”. Sebenarnya FPI bukan gerakan garis keras, namun lebih tepat disebut gerakan GARIS TEGAS, Dan Habib Rizieq semakin hari semakin memahami strategi dakwah dg ketegasan yang mana yang patut dilakukan, tergantung sikonnya.

Sebagaimana saya katakan diatas, Saya sudah jumpa dan banyak bicara dengan Habib Rizieq, Kita tidak bermusuhan, cuma beda pemahaman, dan Habib Rizieq sendiri mengatakan didepan jamaahnya ketika bersama saya, Beliau berkata : “habaib ini beda beda, ada yang keras, ada yang lembut, ada yang diam, ada yang vokal, masing masing dengan tugasnya”.

Maka permasalahan selesai sampai disitu, Habib Rizieq dengan perjuangannya dan saya dengan perjuangan saya, dan habaib lainnya dg perjuangannya masing masing. kesemuanya SATU TUJUAN dan tidak bermusuhan, Habib Rizieq tidak memaksa saya untuk sejalan dengannnya dan sayapun tak memaksa beliau untuk meninggalkan perjuangannya, kita bersaudara.

Silahkan saja jamaah yg ingin ikut FPI, atau MR, atau ikut kedua duanya, semua terbuka saja tanpa ada ikatan pemaksaan dan permusuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar