data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Jumat, 18 Oktober 2013

Ahok Ngebongkar Masjid Cepat, Berantas Prostitusi Ogah

Bukan rahasia umum bahwa praktik prostitusi yang dikemas dalam berbagai bentuk telah menjamur di kota-kota besar. Tak terkecuali di kota metropolitan, Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok), mengaku tidak mudah untuk memberantas menjamurnya prostitusi di ibu kota.


Ahok mengungkapkan kegalauannya mengapa tidak ada massa yang demo dan turut berpartisipasi untuk meminimalisir prostitusi, jika mereka betul-betul mendapatkan data dan bukti praktik tersebut.


Makanya yang kita bingung kok gak ada yang demo di situ gitu ya. Jadi maksud saya kalau ada bukti kan harusnya kan bisa demo, jelasnya pada Kamis (10/10/2013).


Saat ditanya upaya apa yang akan dilakukan menyikapi menjamurnya prostitusi, Ahok mengatakan pihaknya akan terus mengawasinya. Solusinya tetap kita kontrol, singkatnya.


Berbeda dengan masalah prostitusi yang harus menunggu di demo dahulu, sebelumnya Masjid Baitul Arif di Jatinegara malah langsung dibongkar tanpa musyawarah terlebih dahulu. Atas tindakan arogan itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyampaikan keberatan dan kekecewaan terhadap pembongkaran masjid tersebut.


Wasekjen MUI Pusat Tengku Zulkarnain mengungkapkan Pemprov DKI tidak pernah berkoordinasi dengan masyarakat sekitar dan tokoh pemuka agama setempat.


Walhasil, kesan yang ditangkap adalah Pemprov DKI telah bertindak arogan dan melecehkan agama Islam.


“Seharusnya Jokowi-Ahok bertanya dulu ke MUI dan minta nasihat tentang penghancuran masjid. Jangan bertindak arogan dan sok tahu urusan agama,” kata Tengku Zulkarnain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar