data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Selasa, 01 Oktober 2013

Intoleran, Hary Tanoe Adakan Kembali Miss World pada 2015 Mendatang

Usai menggelar perhelatan Miss World tahun 2013, Indonesia direncanakan juga akan menjadi tuan rumah Miss World tahun 2015. Informasi bahwa Indonesia menjadi tuan rumah Miss World selama dua kali disampaikan langsung oleh CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo dan Chairwoman of Miss World Organization and International President of Variety, The Childern’s Charity, Julia Morley.

“Kami bangga karena acara ini akan diikuti 130 negara yang mengirimkan kontestannya dan disiarkan langsung oleh 180 negara,” tutur Hary Tanoesoedibjo usai penandatangan kerjasama penyelenggaraan Miss World 2013 dan 2015 di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (28/4/2012), sebagaimana dilansir situs Okezone.com.


Terkait dengan keputusan ini, Front Pembela Islam berjanji akan terus berupaya menggagalkan kontes Miss World di Indonesia. Bahkan Imam Besar FPI menyemangati para lascar untuk tidak pernah rehat dalam aktivitas amar maruf nahi munkar.


“Harry Tanoe mau menyelenggarakan Miss World kembali tahun 2015. Tugas kita belum selesai!” tandasnya disambut takbir ribuan jamaah Zikir akbar menolak Miss World, Jum’at malam (28/9/2013) di Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor.


Selain itu Habib Rizieq juga mengatakan bahwa Hary Tanoe dan gerombolannya bersikap intoleran terhadap mayoritas umat Islam di Indonesia.


"Yang menolak Miss World lebih banyak daripada yang mendukung. MUI, ormas dan lembaga Islam dengan pengikutnya diseluruh Indonesia serta umat Islam pada umumnya semua menolak. Tapi dimedia dibalik oleh mereka, seolah-olah yang mendukung Miss World lebih banyak. Mereka katakan, yang menolak hanya segelintir kaum minoritas," ujar Habib Rizieq.


Menurut Habib Rizieq, Hari Tanoe cs seharusnya menghormati dengan keberadaan mayoritas umat Islam yang memiliki ajaran tidak boleh mengumbar aurat di depan umum. Menggelar ajang maksiat di negara berpenduduk mayoritas muslim adalah bentuk pelecehan dan intoleran.

Sementara itu Ketua MUI KH. Cholil Ridwan menegaskan haram hukumnya menggelar Miss World di Indonesia. Sebagai negara mayoritas muslim, Kholil mengatakan diadakannya Miss World, dapat menjadi preseden buruk. Sebab bukan tidak mungkin negara muslim lainnya akan mengikuti langkah Indonesia.


“Untuk Miss World tahun 2015, kita akan lihat apakah benar-benar akan diselenggarakan lagi di Indonesia. Tapi sikap MUI sudah jelas menolak Miss World,” katanya saat ditanya wartawan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar