data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Jumat, 19 Juli 2013

H.Munarman : Ruhut Ibarat TV Rusak, tak Ada Gambar tapi Berisik.

Bentrok puluhan anggota FPI dengan preman penjaga tempat maksiat di Kendal, Jawa Tengah, kemarin, membuat Ruhut Sitompul bersuara. Pria yang selalu memuja-muji Presiden SBY itu meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bertindak tegas membina Ormas yang melanggar hukum. Dia meminta agar FPI dapat segera dibubarkan.

Terkait ucapan Ruhut, Front Pembela Islam (FPI) menanggapi santai pernyataan anggota Komisi III DPR tersebut. Juru Bicara FPI Munarman SH bahkan mengibaratkan Ruhut seperti TV rusak.

"Ruhut itu anggap saja TV rusak, ada suara nggak ada gambar, berisik suaranya," katanya seperti dilansir Merdeka.com, Jumat (19/7/2013).

Menurutnya, Ruhut tak ubahnya seperti seorang penjilat yang tak malu menjilat siapa saja. Karena itu, pihaknya tidak akan menanggapi pernyataan seorang Ruhut.

"Dulu waktu di DPR didatangi salah satu Ustadz terkencing kencing, teriak-teriak minta perlindungan satpam," katanya.

"Gak usah diseriusi si Poltak itu. Dia akting sepanjang hidup, cuma aktingnya akting murahan," tandasnya.

Seperti diberitakan Suara Islam Online sebelumnya, kejadian di Sukorejo adalah provokasi preman Kristen yang melindungi lokalisasi pelacuran dan penjual minuman keras yang masih tetap beroperasi di bulan Ramadhan. Anggota FPI dicegat ketika akan ke kantor polisi untuk koordinasi memperingatkan pengelola komplek pelacuran oleh preman bersenjata yang kemudian memprovokasi warga dengan menyebutkan ada warga tewas tertabrak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar