data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Sabtu, 23 Februari 2013

Tercela! Ketua DPRD Usir dan Ceraikan Istri, Demi Nikahi Pacar Anaknya sendiri


MAKASSAR – Entah bagaimana jadinya, bila seorang yang dihormati, disegani, dan banyak memotivasi orang di sekitarnya, malah memberikan contoh yang tidak baik dengan menodai kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ibarat pepatah “pagar makan tanaman”, kejadian itu menimpa salah seorang pejabat negara yang juga Ketua DPRD Kabupaten Enrekang yang berusia 50 tahun lebih.

Ya, keinginan Ketua DPRD Enrekang Andi Natsir yang juga Wakil Ketua DPD II Golkar Enrekang untuk menikahi seorang gadis berusia 19 tahun harus terbayar dengan rela menceraikan istrinya yang kurang lebih 30 tahun menjalani bahtera rumah tangga. Bahkan, gadis 19 tahun yang dinikahinya itu adalah bekas pacar dari anak kandungnya sendiri, GO.

Alhasil, tindakan Ketua DPRD Enrekang ini mengundang protes dari bekas istrinya Andi Asni. Pasalnya pernikahan itu dilakukan pada 11 Januari 2013, dimana putusan Pengadilan Agama belum dikeluarkan terkait perceraiannya dan membuat Andi Asni terkatung-katung.

Alhasil, sikap Ketua DPRD yang telah mengusir istrinya dari rumah jabatan dan memilih menikah bekas pacar anaknya mendapat sorotan keras dari Direktur PBHI Wilayah Sulsel Wahidin Kamase yang mengangap perilaku Ketua DPRD Enrekang itu sudah terlalu kelewatan, dan istri dari Andi Natsir, Andi Asni telah melakukan kekerasan rumah tangga.

“Menceraikan istri demi mendapat seorang istri muda. Ini merupakan pelanggaran berat yang dilakukan Andi Nasir, dan memberikan contoh yang buruk kepada masyarakat. Atas perilakunya yang tega mengusir anak istrinya demi merebut pacar anaknya menjadi istrinya,” tegas Wahidin Kamase kepada Rakyat Sulsel saat menggelar jumpa wartawan, kemarin.

Wahidin Kamase menilai, apa yang dipertontonkan Andi Natsir merupakan bentuk kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan rumah tangga. Terlebih, dalam proses persidangan sampai keluarnya putusan, pihak PBHI melihat adanya ketidakadilan yang diterima oleh korban dalam hal ini Andi Asni, bukan karena perceraian, akan tetapi tuduhan yang dimuat dalam pertimbangan putusan yang sangat menyudutkan korban dan tidak dapat dibuktikan.

“Bahwa dalam pertimbangan putusan, korban dianggap berselingkuh padahal tidak ada bukti satupun yang mendukung tuduhan tersebut tetapi justru dia (Andi Natsir) yang melakukan perselingkuhan tersebut karena hal tersebut terungkap dalam permasalahan awal konflik rumah tangganya dan korban,” bebernya.

Pernikahan yang dilakukan oleh Andi Natsir itu, lanjutnya, di saat majelis hakim belum memutuskan gugatan cerai yang dilakukan Andi Natsir. “Dalam proses persidangan sampai keluarnya putusan kami melihat adanya ketidakadilan yang diterima oleh korban bukan karena perceraian tapi tuduhan yang dimuat dalam pertimbangan putusan yang sangat menyudutkan korban,” jelasnya.

Menurutnya, hakim yang memeriksa dan memutus gugatan perceraian tidak cermat dan melakukan kelalaian serta terkesan bersikap tidak adil karena tidak memberikan kesempatan kepada korban untuk mengajukan bukti dan saksi untuk membantah tuduhan mengenai perselingkuhan tetapi hanya berdasar asumsi.

Di tempat yang sama. Andi Asni, menyatakan dirinya bukan tidak menerima diceraikan oleh suaminya, melainkan perilaku suaminya yang mengawini pacar anaknya yang dia tidak terima. “Masa pacar anak kamu sendiri kamu nikahi, dimana harkatmu sebagai orang tua, yang seharusnya merestui hubungan anaknya dan menjaga anaknya, bukan justru mengawini pacar anaknya,” kecewa Andi Asni.

Dia juga menceritakan kronologis kejadian. Saat itu, handphone suaminya tertinggal di rumah. Di situ, dia melihat foto suaminya berpelukan dengan seorang gadis ABG.

Hal itu langsung disampaikan ke suaminya. Namun justru bukan pengakuan kesalahan yang didapatnya, melainkan pengusiran dirinya dari rumah jabatan yang ditinggali bersama dengan suaminya.

“Saya ini merupakan korban. Kaget melihat gambar suami saya dengan seorang perempuan lain (dalam posisi memeluk) yang terdapat di dalam handphone suami saya,” bebernya.

Dikonfirmasi, Ketua DPRD Enrekang, Andi Natsir menegaskan dirinya sudah resmi bercerai. “Tidak ada lagi urusan saya dengan mantan istri saya. Kami sudah resmi cerai. Masalah harta gono-gini, ada jalur hukum yang bisa ditempuh,” ucapnya sambil tertawa kemarin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar