data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Minggu, 17 Februari 2013

Satu Desa Berduka ditinggal Buaya Raksasa Terbesar di Dunia.


Warga Kota Bunawan di Filipina bagian selatan sedang berduka. Buaya terbesar di dunia yang hidup di kota tersebut Minggu 10 Februari kemarin mati di kandangnya.

Buaya bernama Lolong itu disebut memiliki panjang hingga 6,17 meter dan berat melebihi satu ton. Penemuan Lolong pada 2011 lalu mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh buaya dari Australia yang tercatat memiliki panjang 5 meter.

“Seluruh kota, bahkan seluruh provinsi kini sedang berduka. Telepon saya terus berdering karena warga ingin berbagi kesedihannya dengan saya,” ujar walikota Kota Bunawan Edwin Cox Elorde, seperti dikutip Associated Press, Senin (11/2/2013).

Elorde mengatakan, buatnya Lolong bukanlah seorang binatang buas, ia telah menganggap buaya berumur 50 tahun itu sebagai putra angkatnya. Elorde pun tidak bisa menahan air matanya saat mengabarkan kematian Lolong.


Nama Lolong sendiri diambil dari nama seorang petugas pemerintah yang membantu operasi penangkapan buaya itu. Petugas pemerintah tersebut mengalami serangan jantung ditengah-tengah proses perburuan. Lolong sendiri diburu setelah disebut-sebut sering menyerang warga sekitar.

Penemuan Lolong menjadi suatu berkah bagi warga kota Bunawan. Banyak turis domestik dan internasional mendatangi kota miskin itu untuk melihat sang buaya terbesar di dunia, kondisi ekonomi warga Bunawan pun berangsur membaik.

Banyak warga yang masih tidak mengetahui bagaimana nasib kota tersebut sepeninggal Lolong. Elorde mengatakan, ia ingin jasad Lolong untuk diawetkan agar warga dan turis masih dapat melihat buaya fenomenal tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar