data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Jumat, 15 Februari 2013

Bertepatan Valentine, FPI Bandung Raya Sweeping Lokasi yang Diduga Tempat Maksiat.

Front Pembela Islam (FPI) Bandung Raya melakukan sweeping ke sejumlah lokasi yang disinyalir sebagai tempat mesum di Kota Bandung, Kamis (14/2/2013) malam. Sweeping dilakukan sengaja bertepatan dengan hari valentine, aksi ini juga di lakukan oleh FPI Banjarmasin dan di berbagai daerah

Aksi sweeping yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) Bandung Raya sempat diwarnai cekcok antara laskar dengan orang yang mengaku polisi. Itu terjadi saat FPI melakukan sweeping ke rumah di Jalan Soekarno-Hatta.

Cekcok di halaman rumah itu bermula ketika laskar FPI meminta penjelasan pada pria yang mengaku pemilik rumah. Sebab di rumah itu ditemukan beberapa botol miras.

Saat pemilik rumah terus diberondong pertanyaan laskar, pria itu tiba-tiba pria berbicara dengan nada tinggi. "Hey, anda yang sopa dong," katanya.

"Siapa kamu?" tanya salah seorang laskar dengan nada tinggi. Pria yang memakai jaket hitam itu lalu mengaku polisi. Perbedatan sengit terjadi. Bahkan FPI menyebut pria itu sebagai backing sang pemilik rumah.

Mereka kemudian dilerai polisi berpakaian preman. Pria yang mengaku polisi sebagai polisi itu lalu pergi dari lokasi. Laskar lalu kembali memberondong sang pemilik rumah dengan pertanyaan.

Untuk menghindari cekcok panjang, polisi kemudian meminta semuanya dijelaskan di Mapolsek Babakan Ciparay yang kebetulan dekat dari lokasi.

Beberapa orang yang ada di dalam rumah kemudian dimintai keterangan di mapolsek. Sebanyak 13 wanita berpakaian seksi, beberapa botol miras, serta beberapa ekor ayam dibawa ke mapolsek untuk didata.

Wali Laskar FPI Bandung Raya Andri Ridwan berharap polisi menindak tegas orang yang mengaku polisi itu jika ia terbukti sebagai polisi.

"Dia ngakunya polisi, tapi enggak tahu dari polsek, polres, atau polda. Kita berharap orang itu ditindak, apalagi para pelaku maksiat," tegasnya. "Kita sengaja melakukan sweeping karena disinyalir banyak yang berbuat mesum saat hari Valentine," kata Soirin Ahmad Abdullah, sesepuh FPI Bandung Raya.

Menurutnya, hari Valentine banyak dirayakan oleh kawula muda. "Padahal harusnya muslim, khususnya anak muda jangan melakukan perayaan Valentine, jangan ikut-ikutan," tegasnya.

Aksi sweeping dilakukan sekitar 100 anggota FPI. Titik kumpul massa adalah di sekitar kawasan Babakan Ciparay. Dari sana massa konvoi menggunakan sepeda motor dan mobil sekitar pukul 23.00 WIB.

Lokasi pertama yang didatangi adalah beberapa hotel melati di sekitar Stasiun Bandung. Mereka lalu melakukan sweeping di hotel kawasan Pasirkaliki.

Saat mendatangi beberapa hotel, mereka meminta daftar tamu yang menginap. Mereka lalu mendatangi kamar yang disewa.

Satu per satu kamar diketuk. Beberapa tamu tampak kaget tapi ada juga yang biasa-biasa saja melihat kedatangan mereka. Saat tamu hotel membuka kamar, anggota FPI meminta identitas dan surat nikah bagi yang berpasangan di kamar.

Selain 13 wanita seksi, aksi sweeping Front Pembela Islam (FPI) Bandung Raya pada malam hingga dini hari tadi berhasil menjaring empat pasangan mesum. Mereka terjaring di beberapa hotel melati yang ada di Kota Bandung. Aksi ini mendapat pengawalan dari polisi.

"Dari hasil sweeping, ada empat pasangan mesum yang tertangkap," tegas Wali Laskar FPI Bandung Raya Andri Ridwan, Jumat (15/2/2013).

Keempat pasangan mesum itu terjaring di tempat berbeda. Mereka yang tertangkap sedang berduaan di kamar hotel ada yang berpakaian lengkap, ada juga yang tidak. "Ada yang setengah telanjang," ucapnya.

Mereka yang terjaring kemudian didata pihak kepolisian dan diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar