data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Minggu, 10 November 2013

Mencari Negara

“Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Slalu di puja-puja bangsa”


“Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai ajal menutup mata”

……………………….
Kudengar, Kulantunkan dan Kuresapi berkali-kali
Dan kudapati sebuah rasa
Ternyata kita amnesia
Atau mungkin kita yang terjebak Euforia


Di mana Indonesia Raya
Saat mereka di tembak
Saat mereka dipancung
Saat mereka di gantung
Di mana Negara?


Ke mana daya dari Pancasila
Ke mana Upaya dari UUD Sembilan Belas Empat Lima
Ke mana Asa dari Bhineka Tunggal Ika
Ke mana kuasa dari NKRI – Negara Kesatuan Republik Indonesia
Apa guna Negara?
Empat Pilar yang Rapuh tak berdaya
Empat Pilar yang alpa dari derita kaum Papa
Seminar dan seminar Empat Pilar bergelora
Warga luput terpenggal dan Negara dijual tanpa dosa


Mereka menjaga Nama tanpa makna
Dan karenanya mereka dapati gelar dan tanda jasa
Rakyat tetaplah jelata dan cukong-cukong berdaulat di Indonesia Raya
Karena para pemimpin negara sudah lama tersandera

……………………………….
Apa Guna Negara?
Di mana Negara?
Saat mereka telanjang di tepi ruas–ruas jalan tanpa busana
Saat mereka di penjara tanpa hak membela
Saat mereka dijual tak berdaya
Saat mereka putus asa


Ke mana daya dari Pancasila
Ke mana Upaya dari UUD Sembilan Belas Empat Lima
Ke mana Asa dari Bhineka Tunggal Ika
Ke mana kuasa dari NKRI – Negara Kesatuan Republik Indonesia
Inikah Indonesia Raya


Jadi Ke mana mereka harus mencari Negara
Apa itu Indonesia yang Raya
Di mana Indonesia menjadi Raya
Inikah pusaka abadi nan jaya

………………
di sini banyak rampok (ratusan triliun) mengendalikan Negara
di sini banyak pribumi diajari mengkhianati bangsa
di sini banyak tokoh pemimpin direkayasa dan menjadi boneka
di sini banyak pemuda dididik mencintai Dunia
di sini banyak mahasiswa berpura-pura


tata krama tergerus harta
suara serta hak bicara dikendalikan mafia (dan) media
harga diri dan derajat wanita di luluhlantakan
pembantai nyawa (komunis) membersihkan nama
buku-buku dicipta menjadi pendusta


sekarang lah saatnya substansi berbicara
Agama harus kembali mengisi Ruh Pancasila
“Ketuhanan Yang Maha Esa”
Agama harus kembali mengisi Ruh UUD 1945
“Mukaddimah UUD 1945”
Agama harus mengisi Ruh Bhineka Tunggal Ika
“anti perpecahan dan pembantaian (komunis)”
Agama harus mengisi Ruh NKRI – Negara Kesatuan Republik Indonesia
“menjadi negara beragama (bukan Atheis)”


Karena Ulama-ulama dahulu ikut angkat senjata
Karena Ulama-ulama dahulu mempersembahkan jiwa dan raga
Karena Ulama-ulama dahulu bersatu membela negara karena Beragama


Karena Ulama-ulama dahulu menggerakkan Para pemuda untuk Merdeka atau menjadi Syuhada


“Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang Kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”

“Atas berkat rahmat ALLAH yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”


“Kemudian daripada itu, untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang MELINDUNGI segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk MEMAJUKAN kesejahteraan umum, MENCERDASKAN kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang BERKEDAULATAN RAKYAT dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu KEADILAN SOSIAL bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Oleh karena itu…
Biarkanlah kami pemuda-pemuda Indonesia
Kembali bersumpah sebagai Pemuda
Sebagai Pemuda Indonesia yang bertekad memegang erat Agama
Mewarisi darah Pejuang dan jalan Ulama
Agar kami tak lari mengejar Dunia sebelum Merdeka
Agar Sumpah Pemuda tak jadi kenangan atau dongeng dan angan-angan cerita
Agar Indonesia benar-benar menjadi Negara dengan Berkedaulatan rakyat
Karena Indonesia harus benar-benar Merdeka


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar