data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Senin, 18 November 2013

Jonas Rivanno Juga Harus Minta Maaf kepada Umat Kristiani

JAKARTA - Selain melanjutkan kasus Jonas Rivanno ke jalur hukum, Front Pembela Islam (FPI) Depok menyarankan suami Asmirandah itu meminta maaf secara tertulis.

Ketua FPI Depok, Habib Idrus al Ghadri, meminta Vanno meminta maaf kepada intansi terkait dan seluruh umat Islam secara tertulis. Bukan hanya itu, Vanno juga harus meminta maaf kepada umat Kristiani.

"Dia menganggap enteng masalah, kita mau dia secara tertulis meminta maaf ke umat Islam, ke seluruh lembaga yang dia lecehkan seperti KUA, MUI, DKM An Nur, dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). Dan Jonas Rivanno juga harus minta maaf ke umat Kristiani juga, karena mereka juga dilecehkan," kata Habib Idrus , Senin (18/11/2013).

Menurut Habib Idrus, FPI sebetulnya sudah memaafkan Vanno. Namun, karena masalah pelecehan agama, maka proses hukum harus dikedepankan. Langkah tersebut didukung lembaga dan ormas Depok.

"Kita juga enggak sendiri, kita kerja sama dengan KUA depok, MUI Depok, dan FPI Pusat juga dukung langkah kita, karena semua juga merasa dirugikan dan dilecehkan," ungkap Habib Idrus.

Pada 15 November 2013, Vanno dan Andah menggelar jumpa pers di kediaman Andah, Perumahan Raffles Hills Estate Blok M2 No 14, Cibubur. Mereka pun meminta maaf kepada seluruh instansi yang merasa dirugikan. Namun, pernyataan maaf itu dirasa kurang cukup oleh FPI Depok.

"Ya secara tertulis, dan ke seluruh umat, baik umat Islam maupun umat Kristiani," tutup Habib Idrus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar