data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Jumat, 07 Juni 2013

Habib Muhammad : FPI Membela Warga yang di zalimi pengusaha Alam Sutra.

Ratusan Laskar Front Pembela Islam (FPI) bentrok dengan satpam, preman, ormas bayaran serta orang berbadan tegap dari pengembang elit Alam Sutera, Serpong, Kota Tangsel. Bentrokan dipicu oleh sengketa lahan Alam Sutera di Kampung Paku Alam, Kecamatan Serpong, Tangsel.

Bentrokan terjadi sore tadi, Ribuan masa FPI yang hendak mempertahankan tanah milik warga seluas 2,5 hektar, yang diserobot oleh pengembang Alam Sutera.

Awalnya polisi yang dibantu puluhan satpam Alam Sutera hendak membubarkan masa, namun mereka mendapat perlawanan. Kedua kubu pun saling lempar batu hingga bentrokan terjadi. Polisi juga beberapa kali menembakkan gas air mata.

Ketua FPI Kabupaten Tangerang Habib Muh mengatakan, pihaknya ingin membela warga pemilik tanah yang diserobot pihak Alam Sutera. Menurutnya, pemilik tanah punya sertifikat dan tidak pernah dijual, namun tiba-tiba saja dibangun oleh pengembang.

"Kita turun untuk membantu warga yang dizalimi pengusaha Alam Sutera. Mereka tidak punya modal, jadi tidak bisa menyewa pengacara. Kita minta sengketa tanah diurus secara adil melalui jalur hukum," katanya.

Habib Muh juga tidak ingin bentrokan terjadi dan menyelesaikan permasalahan dengan cara baik-baik, Namun dia Alam Sutera menggunakan cara premanisme.

"Mereka dibekingi preman, jadi kita lawan, Kalau tidak diselesaikan secara hukum, kita akan kerahkan masa lebih besar lagi sekitar 5000 orang," tandasnya.

Ribuan masa ini sempat membubarkan diri setelah berunding dengan polisi, Namun bentrokan kembali terjadi Sementara enam anggota ormas FPI masih diamankan polisi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar