data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Jumat, 21 Juni 2013

FPI Tolak Kenaikan BBM!

Depok – KabarNet: Front Pembela Islam (FPI) menolak keras rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah. Sebab, kenaikan harga BBM itu secara langsung akan menaikkan harga kebutuhan pokok. 

 

FPI mengkhawatirkan akan banyak masyarakat lebih sengsara meski mendapatkan dana Bantuan Langsung Sosial Masyarakat (BLSM).

Ketua FPI Kota Depok Habib Idrus Al Gadri mengatakan, rakyat selalu dicekoki umpan, berupa dana BLSM yang hanya bersifat sementara. Padahal beban yang akan ditanggung jauh lebih lama. Dana BLSM, tak akan MENJAMIN rakyat sejahtera.

Habib Idrus juga berharap pemerintah membenahi terlebih dahulu sistem perminyakan di Indonesia. Di antaranya tidak menjual minyak mentah ke luar negeri melainkan diolah di dalam negeri. Selain itu Habib Idrus juga mengatakan kenaikan BBM diakibatkan oleh pemerintahan KORUP.

“Yang salah kan rakyat kenapa milih partai partai yang suka korupsi, nah sekarang rakyat menanggung akibatnya, dan yang ada dicekokin dana BLSM yang sekedar untuk menghibur rakyat. Bagaimana kedepan anak cucunya, apa mau dicekokin juga dengan BLSM? Pejabat hanya jadi PERAMPOK UANG RAKYAT,” ujarnya di Depok, Kamis 13 Juni 2013.

“Partai besar berlomba-lomba MALING UANG RAKYAT sampai trilyunan dan milyaran. Ironisnya, tanpa malu dan berdosa, mereka melambaikan tangan sambil tersenyum, seolah-olah bangga dengan perbuatan jahatnya terhadap rakyat, perampok berdasi, jangan dibilang korupsi, bilang saja MALING DAN PERAMPOK UANG RAKYAT,” paparnya.

Dana BLSM, kata Habib Idrus, juga bukan dari pemerintah. Tetapi uang rakyat yang harus dikembalikan kepada rakyat. Habib Idrus khawatir, setelah dana BLSM selesai, maka rakyat kesulitan mencari makan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar