data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Selasa, 11 Desember 2012

Loh, Bukankah Negeri Ini Mayoritas Muslim?

Segala puji hanya untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah menjadikan kita sebagai Muslim, dan merasakan nikmatnya hidup di negeri yang mayoritasnya adalah Muslim, Alhamdulillah.
Di sini, kita sebagai umat Islam dapat dengan mudah serta nyaman dalam menjalankan ibadah serta syari’at-syari’at Islam, tanpa tekanan, dan tanpa cacian.... Seharusnya demikian.
Tapi sungguh ironis, kenyataan yang terlihat tidak demikian. Umat muslim yang ingin menjalankan syariat islam secara total dan murni, mengalami banyak kesulitan. Fitnah tak henti- hentinya diberikan untuk mereka, penentangan juga terjadi dimana- mana. Lho bukankah negeri ini mayoritas Muslim?!

Ya, memang sangatlah aneh dan  "Ajaib". Apalagi jika kita melihat bahwa hal tersebut banyak dilakukan oleh orang yang juga mengaku seorang muslim, yang mana dalam hati merekapun sebenarnya juga mengakui bahwa hanya Islam lah solusi dari semua carut marut keadaan negeri yang mereka saksikan setiap hari.

Dahulu, banyak dari mereka yang mengecam jilbab sebagai sesuatu yang kuno. Bahkan sampai sekarangpun, masih banyak kita dengar keluhan saudari-saudari Muslimah yang justru telah mendapat hidayah memakai jilbab dan mengenal Islam yang murni. Mereka dikatakan aneh, kuno, terpenjara, berkedok, ga keren, ga gaul, dan lain- lain.  Lho bukankah mereka sendiri juga seorang muslim?

Gambaran lain yang juga bisa kita dapati sekarang adalah umat muslim Palestina banyak dibantai oleh para Bani Israel. Tidak tanggung- tanggung, berita terbaru melaporkan jumlah mereka yang telah meninggal saja mencapai ribuan orang
Tapi tetap saja hanya sedikit kelompok muslim yang tergerak untuk membela mereka dengan memberikan apapun yang mereka bisa. Sedangkan mayoritas yang lain, tetap tenang- tenang saja, walaupun berita sudah tersebar dan terpampang banyak di depan mata. Entah karena tidak perduli atau tidak mau kerepotan untuk perduli, suasana mereka pun tetap datar- datar saja, dan hati mereka tetap mati rasa.

Padahal Rasulullah telah mewasiatkan, “Perumpamaan seorang mukmin dengan mukmin lainnya dalam kelembutan dan kasih sayang, bagaikan satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang merasa sakit, maka seluruh bagian tubuh lainnya turut merasakannya.” (HR. Imam Muslim).

Benar- benar, ketidakpahaman orang-orang yang mengaku Islam namun tidak berislam itu, telah menjadikan diri mereka sendiri asing dan bahkan sombong menghadapi aturan islam yang sebenar- benarnya. Tentu saja, arus budaya kafir lah yang menjadi pemicu utama semua ini
Makna kuno sengaja dilekatkan atas islam berikut aturannya, dan akhirnya hal tersebut telah sukses memangkas kepintaran para para "muslim abal- abal" untuk menggunakan logika mereka dalam berpikir. Sebagai hasilnya, hanya kesuksesan sebagai plagiator sejati dan pengekor lah yang mereka dapatkan hari ini. Mereka telah terjerat dalam kungkungan budaya jahiliyah orang-orang kafir namun mereka begitu terlihat bangga. Sungguh sangat menyedihkan.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma
Nyatalah apa yang telah disabdakan oleh nabi Muhammad SAW tersebut, bahkan dinegara yang mayoritas muslim, tapi tanpa adanya pemahaman ilmu islam yang benar, maka islam tetaplah akan menjadi sesuatu yang asing
Tapi betapa beruntungnya orang-orang yang tetap berpegang teguh pada ajaran islam yang murni, karena merekalah yang akan selalu berkarib dengan ridho Allah Subhanahu Wata'ala, walau banyak manusia tidak menyukainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar