data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Senin, 05 November 2012

Rohingya Kembali Memanas, 2 Muslim Tewas, Jam Malam Diberlakukan

MYANMAR, muslimdaily.net - Pihak berwenang daerah Myanmar memberlakukan jam malam senja hingga fajar di kota Minbya dan Mrauk U di negara bagian barat, Rakhine, menyusul kerusuhan terbaru yang membuat dua orang Muslim Rohingya tewas.
"Kami mendapat informasi bahwa tiga orang tewas. Seorang etnik Rakhine dan dua wanita Muslim tewas di desa Pandeinkone selama bentrokan pada Senin," kata Hla Thein, kepala Pengadilan Negara Bagian Rakhine, kepada AFP.

Menyusul kerusuhan itu, jam malam diberlakukan sejak pukul 19.00 waktu setempat hingga pukul 05.00 mulai Senin malam, kata pihak berwenang setempat pada Selasa.
Kerusuhan baru yang dimulai dari kota Minbya pada akhir pekan telah menyebar ke Mrauk U dan makin meningkat pada Senin sehingga memaksa diberlakukannya jam malam yang bersamaan dengan penurunan pasukan keamanan untuk menjaga situasi di bawah kontrol.
Bentrokan-bentrokan antara Muslim Rohingya dan umat Budha Myanmar telah mengakibatkan kematian lima orang dengan ratusan rumah terbakar, kata sumber-sumber lokal menambahkan. Namun sejauh ini tidak ada laporan resmi tentang insiden tersebut.

Negara bagian Rakhine telah mengumumkan keadaan darurat bersama dengan pengenaan jam malam di enam kota sebelumnya - Maungtaw, Buthidaung, Sittway, Thandwe, Kyaukphyu dan Yanbye sejak 10 Juni.
Puluhan tewas dalam bentrokan warga Buddhis-Muslim pada Juni. Puluhan ribu lainnya mengungsi. Kondisi tersebut mendorong kelompok hak asasi manusia memperingatkan krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Sebanyak 50.000 Muslim dan sekitar 10.000 warga Buddha menjadi pengungsi di seluruh negara bagian Rakhine. Kondisi dimana orang-orang dari kedua komunitas dipaksa melarikan diri ketika massa membakar seluruh desa pada Juni.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar