data-config="{'skin':'skins/scmGreen/skin.css','volume':100,'autoplay':true,'shuffle':false,'repeat':1,'placement':'top','showplaylist':false,'playlist':[{'title':'Nurul Musthofa-Ya Dzaljalali Wal Ikram ','url':'http://www.youtube.com/watch?v=_eV6T3hpwEA'},{'title':'Nurul Musthofa-Ya Robbi Sholli Ala Muhammad','url':'http://www.youtube.com/watch?v=2vwjFDiMhv0'}]}" >


Sabtu, 02 November 2013

Kompasiana sibuk sama FPI

Setelah dapatnya dukungan berbagai pihak pemerintah, Menteri Hukum dan HAM juga berpihak pada FPI, yang aneh situs-situs liberal dan non muslim seperti kerasukan setan mereka.Mengulas kembali kejadian dengan foto-foto versi mereka untuk tetap
menjatuhkan FPI dan mencoba menyalahkan pihak-pihak yang membela FPI. kenapa begitu hebohnya mereka melawan kenyataan yang terbuka dipublik ini? atau ketakutan mereka atas misi pemurtadan Indonesia akan menjadi gagal bila pamor FPI dimasyarakat semakin diterima?

Hayooo!!! ada apa kalian begitu heboh???

Ada apa kalian begitu benci sama FPI? 99% kegiatan sosial FPI lenyap tak berbekas ditelan bumi sedang 1% kekerasan yg terjadi sebagai bentuk perlawanan pembelaan kalian plintir menjadi sesuatu sajian anarkis yg memuakan.

Apapun yang kalian lakukan, tdk akan mengurangi semangat kami sebagai Laskar FPI, ini adalah sumber kekuatan buat kami dalam menghadapi kemunkaran dan kemaksiatan.

Bagi kami Amar ma'ruf nahi munkar ada didada seorang muslim, tanpa FPI kami akan tetap melawan kemunkaran. Tidak ada
ketakutan seorang muslim dalam menghadapi musuh yg melakukan makar kepada Allah.

“Wahai orang-orang yang beriman! jika kamu menolong (agama) ALLAH, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu.” (QS Muhammad: 7)

Rabu, 30 Oktober 2013

Tanggapan Wali Kota Depok Tentang FPI

DEPOK - Belum lama ini Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi
mengimbau agar pemerintah daerah bisa bersinergi dengan organisasi massa (ormas) tak terkecuali dengan Front Pembela Islam (FPI).

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menganggap, imbauan yang
diserukan Mendagri sudahdijalankan sejak dahulu. Ia menyebutkan bahwa selama ini pihaknya menyikapi koordinasi antar ormas secara proporsional.

Mengenai mekanisme yang dimaksud oleh Mnedagri seperti apa?
Nur Mahmudi mengaku belum mengetahuinya. "Saya belum dapat
bentuk instruksinya seperti apa, artinya apakah tertulis?" katanya di Balai Kota Depok, Senin (28/10/2013).

Menurutnya, FPI juga kerap kali menyambangi Balai Kota Depok
untuk berkoordinasi bersama menjaga keamanan dan ketertiban.
Nur Mahmudi juga menyebut eksistensi FPI Depok cukup baik.

"Selama ini Kami berhubungan baik dengan mereka (FPI) di Depok," paparnya.

Sehingga, lanjut Nur Mahmudi, tanpa diminta Mendagri, Pemerintah Kota Depok sudah berkoordinasi dengan banyak ormas.

15 Tokoh Nasional Mendukung Front Pembela Islam

1. KH. CHOLIL RIDWAN (MUI Pusat)

" Selama ini masyarakat hanya melihat akibat dari apa yang dilakukan FPI saja, FPI merupakan organisasi yang penuh tanggung jawab, kalau penegak hukum bisa memberantas ajaran sesat seperti Ahmadiyah dan tindakan yang melanggar ajaran islam lainnya, tentu FPI tidak akan bertindak seperti sekarang."

2. KH. HASYIM MUZADI (Ulama NU) 


" FPI Adalah ormas Islam terpopuler di seluruh dunia, FPI lebih jelas NKRI-nya, Saya mendukung perjuangan FPI dalam memberantas kemaksiatan dan Aliran sesat di Indonesia."

3. UST. ABUBAKAR BA'ASSYIR (Ulama Mujahidin) 


" Apa yg dilakukan oleh FPI itu sudah benar, yakni nahyul munkar, ini sudah sesuai dengan syariat. Karena itu orang-orang kafir dan antek-anteknya seperti JIL dan lain-lainnya itu memang tidak suka dan benci. Karenanya mereka berbagai macam cara terus menghalang-halangi FPI,”

4. GAMAWAN FAUZI (Mentri Dalam Negeri) 


" Meminta Pemerintah Daerah Bekerja Sama dengan FPI seluruh organisasi masyarakat (ormas) yang memiliki kekhususan diharapkan dapat bekerjasama dengan pemerintah, termasuk FPI" ujar Gamawan Fauzi, dalam sambutan Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Kawasan Perkotaam Tahun 2013, di Hotel Red Top, Jakarta Pusat, Kamis siang."

5. PRABOWO SUBIANTO, (Ketua Partai Grindra)


" Saya kira kalau kita pelajari statement Mendagri dengan jeli, semua ormas harus dirangkul termasuk FPI. FPI bisa diyakinkan hidup damai, FPI merupakan aset bangsa yang harus dirangkul untuk mendukung pembangunan daerah maupun negara."

6. UST. ARIFIN ILHAM (Ketua Majelis Zikir Azzikra)


" Saya mendukung perjuangan FPI, FPI hadir melindungi umat dari keganasan hama maksiat dan perjudian di negeri ini kalau tidak ada FPI siapalagi yang bisa di harapkan dapat berjuang menutup tempat maksiat."

7. JAPTO S SOERYOSUMARNO (Ketua Pemuda Pancasila)


" Semua organisasi massa (ormas) adalah mitra pemerintah, mendukung dan membantu pemerintah dalam kegiatan-kegiatan sosial atau kegiataan lainnya. FPI juga demikian, (menjadi mitra) terutama dalam hal keagamaan."

8. JOKOWI (Gubernur DKI Jakarta)


" Pemerintah Provinsi DKI menjalin kerja sama dengan semua ormas, termasuk Front Pembela Islam (FPI)
Kalau perlu dengan FPI juga kerja sama untuk hal-hal tertentu, Iya kan? Kerja sama untuk hal-hal yang baik, tiga hari lalu atau kapan itu, kita sudah ketemu sama FPI. Ndak ada masalah.”

9. SURYA DARMA ALI (Mentri Agama)


" Nasionalisme FPI tidak diragukan lagi, FPI merupakan organisasi Islam pecinta Pancasila, nasionalisme, dan negara Indonesia. FPI bukan musuh Pancasila,"

10. Dr. SALIM SEGAF AL JUFRI (Mentri Sosial)


" Front Pembela Islam semakin hari semakin bagus, semakin meningkat dan semakin diterima masyarakat, Saya yakin kedepan FPI bisa melakukan yang terbaik buat bangsa dan negara ini."

11. FAHIRA IDRIS (Gerakan Nasional Anti Miras)


“ Saya sangat mengapresiasi kawan-kawan Front Pembela Islam yang telah berjuang menggugat Kepress anti miras dan akhirnya menang, Keputusan ini sangat membawa manfaat untuk masyarakat dan generasi muda Indonesia, saya dukung perjuangan FPI dalam memberantas segala bentuk minuman keras.”

12. LA ODE IDA (Wakil Ketua DPD/RI)


"Saya mengecam wacana pembubaran FPI, Kesannya yang melakukan kekerasan adalah FPI, Saya kira peristiwa di Palangkaraya itu merendahkan budaya masyarakat sekitar, tidak boleh lagi ada wacana penghalangan terhadap FPI dengan alasan apa pun, kecuali FPI kelak menjadi organisasi terlarang."

13. YUSRIL IHZA MAHENDRA (Dewan Syuro Partai Bulan Bintang)


" tidak ada pihak yang bisa membubarkan ormas seperti FPI, bahkan Presiden sekalipun tidak berhak untuk membubarkan ormas termasuk FPI, yang boleh membubarkan ormas adalah hasil keputusan pengadilan."

14. EGGY SUDJANA (Advokat)


" Perjuangan FPI dalam menerapkan syariat islam di NKRI sudah sesuai dengan KONSTITUSIONAL di Indonesia."

15. KH.Muhammad Al-Khathath (Sekjen FUI) 


" FPI adalah ormas islam yang paling istiqomah dalam membela syariat islam dan membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan, semoga Allah jaga FPI"

Imam Besar FPI: Mendagri Sudah Benar Dengan Pernyataannya Walaupun Banyak Yang Kebakaran Hati

Jakarta - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menyambut baik pernyataan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, yang meminta pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan Ormas yang dipimpinnya.Habib Rizieq menilai apa yang disampaikan oleh Mendagri adalah pernyataan yang cerdas.

Sedangkan terkait adanya komentar miring atas himbauan itu, ia menilai hal itu sebagai komentar yang sifatnya iri dan dengki. "Himbauan Mendagri agar Pemda kerjasama dengan FPI adalah himbauan cerdas, berdasarkan fakta dilapangan. Sedangkan komentar miring dari segelintir orang terhadap sikap Mendagri adalah komentar iri, dengki, dan hasut, pernyataan bodoh tanpa dasar yang kuat, hanya berpegang kepada stigma hasil penyesatan opini," jelasnya, Minggu (27/10).

Beliau pun menyebutkan, selama ini FPI telah banyak bekerja sama dengan pemerintah, khususnya dalam hal penangganan bencana mulai dari Aceh, Padang, Yogya, hingga Jakarta. Selain itu, anggota FPI juga sering terlibat membantu dalam kegiatan yang digelar oleh Kementerian Sosial, hingga masalah Ahmadiyah.

Selain itu FPI juga kerap bekerja sama dengan beberapa Pemda
dalam menjalankan program terkait kebersihan lingkung, kesehatan dan lain sebagainnya. "Bahkan FPI juga bekerjasama dengan Almarhum Taufiq Kiemas, pimpinan MPR RI dalam pemantapan empat pilar negara. FPI tidak pernah menolak
Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika selama ditafsirkan secara benar dan lurus, serta tidak dijadikan sekedar alat politik semata," jelasnya lagi.

Untuk itu FPI berharap Kemendagri juga mendorong Pemerintah Pusat dan Daerah agar menjalin kerja sama dengan semua Ormas yangg cinta negeri. "Ada pun LSM komprador yang bekerja untuk kepentingan asing wajib dibubarkan," tegasnya.

Habib Rizieq menambahkan FPI selalu siap kerjasama dengan pemerintah dalam semua bidang mulai dari sosial, politik, keamanan, hingga pemberantasan korupsi.

"Sementara untuk pengentasan penyakit masyarakat seperti perdukunan, narkoba, miras, judi, pelacuran, dan lain sebagainnya, kapan saja dan dimana saja FPI siap membantu secara gratis tanpa pamrih. FPI mendukung sepenuhnya pernyataan Mendagri, bagi FPI, Mendagri sudah benar dengan pernyataannya tersebut walaupun banyak yang
kebakaran hati," tandasnya.

TEMPO.CO Berusaha Adu Domba Warga Lenteng Agung VS FPI

(Jakarta) Gonjang- ganjing rencana FPI (Front Pembela Islam) untuk mendemo Lurah Susan Jasmine tidak dibarengi dengan pemberitaan subjektif media online, TEMPO.CO.

Media yang berkali-kali tersandung kasus di pemerintahan ini rupanya menyikapi support FPI pada Warga Lenteng Agung dengan ‘cara lain’,

Entah apa motif non objektif TEMPO.CO dalam menulis berita, namun jelas pada sebuah judul berita terkait kasus Lurah Susan Jasmin, TEMPO.CO menulis : Warga Lenteng Agung Resah FPI Usik Lurah Susan (28/10).

Mengetahui berita ini warga Lenteng Agung terkejut bukan kepalang, karena tidak ada warga Lenteng Agung yang merasa resah terkait rencana FPI yang akan mendemo Lurah Susan.

“Ini berita muncul dari mana? Kenapa kayak ada seperti pemutarbalikkan fakta ya?”, kata A. Rohim, 35, seorang pegawai As-Shofa, di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa
(29/10).

Seperti diketahui publik, munculnya kasus Lurah Susan Jasmine justru berangkat dari penolakan warga kelurahan Lenteng Agung atas kepemimpinan Susan. Alasannya, karena Lurah Susan Jasmine berjenis kelamin perempuan, selain itu, Lurah Lenteng Agung itupun berbeda keyakinan dengan mayoritas warga setempat.

Sementara FPI (Front Pembela Islam) berencana akan membantu mewakili aspirasi warga dengan mendemo Jokowi di Balai Kota. Tujuannya, untuk memindahtugaskan Lurah Susan dari Kelurahan Lenteng Agung.

“Berita itu harus dicross check kebenarannya, jangan nanti malah terselip unsur fitnah yang justru jadi meresahkan masyarakat. Warga diadu domba dengan FPI. Jadi ini yang bakal meresahkan warga, bukan dari berita FPI nya”, tandas A. Rohim lagi.

Sebenarnya, aksi penolakan Lurah yang telah eksis 22 tahun bekerja di pemerintahan ini merupakan dampak dari program lelang Lurah dan Camat yang ‘dibomber’ tim Jokowi sebagai senjata paling ampuh dalam menanggulangi korupsi. Namun program yang katanya‘sakti’ meredam korupsi justru malah melempem kerupuk alias tak berguna.

Tindak korupsi justru semakin tumbuh subur meranum, dimulai dari tingkat Kelurahan, seperti ‘penilepan’ 450 juta uang APBD yang dilakukan Lurah Ceger, Fadly Lubis. Dan beberapa waktu lalu, dua kali demonstrasi penolakan warga Lenteng Agung atas kepemimpinan Lurah Susan Jasmine juga ditenggarai sebagai salah satu kegagalan program ‘lelang jabatan’ produk Jokowi.

“Warga Lenteng Agung ada yang fanatik dan ada yang tidak, kalau yang fanatik tidak terima kepemimpinan Lurah Susan, itu hak mereka. Tinggal nanti bagaimana pemerintah menindaklanjutinya”, ujar Waryo, 53, seorang petugas keamanan pertokoan di Jalan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (29/10).

Diungkap beberapa warga, bahwa mereka sama sekali tidak pernah mendengar adanya isu keresahan warga yang ditimbulkan terkait support FPI pada warga untuk mendemo Lurah Susan.

“Waah, sumpah kalo soal itu saya tidak pernah dengar’, lanjut Waryo.

Sementara Ucup, 61, seorang Marbot (pengurus) Masjid Ziadatu Rahman, di jalan Jagakarsa, Jakarta Selatan mengaku pusing dengan kekisruhan yang terjadi seputar kasus Lurahnya itu.

“Saya pusing kalau ada ramai-ramai gitu, saya gak mau ikut-ikutan”, kata pria yang beristrikan orang Depok ini, Selasa (29/10).

Disinggung desas desus keresahan masyarakat karena rencana FPI ingin mendemo Jokowi terkait pemindahtugasan Lurah Susan, Marbot masjid ini pun mengaku tidak pernah mendengarnya.

“Belum tuh, saya belum pernah tau ada isu warga yang resah gara-gara FPI mau demo”, tutur Ucup menutup pembicaraan.

Warga sangat menyayangkan pemberitaan di TEMPO.CO yang memuat berita berkonotasi provokatif,karena seharusnya media hadir di tengah-tengah masyarakat bukan untuk meresahkan atau menakut- nakuti, apalagi sampai melansir berita bermuatan adu domba antar warga dengan sebuah ormas yang telah berdiri sejak 1998 ini.

“Gak ada warga resah kayak yang ramai diberitain itu. Kita harus cerdas lah memilih berita, mana berita yang jahat dan mana berita yang baik,” kata Agus, 40, seorang pedagang kelontong di pasar jalan Jagakarsa (29/10).

Www.spektanews.com/2013/10/tempoco-adu-domba-warga-lenteng-agung.html?m=1

*Sungguh menyedihkan kode etik Jurnalisme media2 sekuler

*Khusus Tempo dulu saat mereka dizalimi Pengusaha Tommy Winata, Saat tidak ada yang berani menghadapinya, FPI bangkit membela hingga guru kita Habib Rizieq Dipenjara

*Sekjend FUI: Media memang aneh. Media membela warga dalam kasus bentrok dengan FPI di Kendal, namun dalam kasus konflik warga Lenteng Agung dengan Lurah Susan, media habis- habisan membela Susan. Ada apa?

UNISBA sedang mengadakan Penelitian dan akan membuat Pembelaan secara akademis terhadap FPI.

Bismillahirrahmanirrohim

Assalamualaikum Wr.Wb

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala, selalu memberi bimbingan dan petunjuk- Nya sehingga keberhasilan akan senantiasa menyertai kita semua dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Amin.

Sehubungan dengan penelitian yang sedang kami lakukan saat ini, dengan mengambil judul penelitian: Studi tentang derajat Kesabaran pada anggota Front Pembela Islam dalam berdakwah di wilayah Bogor, Tanggerang dan Bekasi.

Tujuan penelitian ini diharapkan dapat memperoleh gambaran tentang bagaimana anggota FPI mengatur, mengendalikan, mengarahkan dan melaksanakan dakwahnya dalam rangka menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat khususnya bagi peneliti dan juga FPI dalam rangka mengembangkan strategi dakwah yang lebih efektif untuk mengatasi dan memberantas kemaksiatan yang terjadi di tanah air.

Oleh karena itu, besar harapan kami saudara dapat membantu untuk mengisi angket yang telah kami sediakan. Atas segala perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Billahitaufiq wal hidayah.
Wassalamualaikum Wr.WB

Bandung 2013

Tim Peneliti

Ikuti Angketnya (Khusus Bagi Laskar) disini https://docs.google.com/forms/d/1gjROexRzYjZBkMK22gRxoU1idt4W5SPfbyyuE7tm5g0/viewform

Minggu, 27 Oktober 2013

Pesan Imam Besar FPI Terhadap Media Sekuler

"Jangan melulu MEDIA menayangkan FPI terkait kasus Monas, Kendal dan Lamongan; tapi harus FAIR tayangkan juga :

1. FPI mengevakuasi 100.000 (seratus ribu) mayat pa
sca Tsunami Aceh.

2. AKSI KEMANUSIAAN FPI di Banjir dan Kebakaran Jakarta, Gempa Padang, Letusan Merapi Yogyakarta, Longsor Leuwi Gajah, Air Bah Morowali, Jebolnya tanggul Situgintung, Kerusuhan Mbak Priok dan sebagainya.

3. Kerjasama FPI dengan Kemensos RI secara NASIONAL dalam BEDAH KAMPUNG, sudah berapa ribu rumah rakyat miskin di puluhan kampung DIBEDAH di Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Purwakarta, Pasuruan, Palu, Gresik, dan sebagainya.

4. Kerjasama FPI dengan Kemenag RI dalam Program Pengembalian Ahmadiyyah kepada Islam. Sudah berapa RIBU Ahmadiyyah yang bertaubat dan masuk Islam, di Tenjo Waringin Tasikmalaya saja ada 800 (delapan ratus) warga Ahmadiyyah yang sudah kembali ke Islam.

5. Sejumlah PEMDA di berbagai daerah bekerjasama dengan FPI dalam berbagai PROGRAM seperti : Kebersihan Lingkungan, Penyuluhan Kesehatan, Pemberantasan Hama Pertanian, Penghijauan Lahan Gundul, dan sebagainya.

6. Kerjasama FPI dengan Bapak Taufik Kiemas (alm) Pimpinan MPR RI dalam Pemantapan EMPAT PILAR NEGARA, FPI tidak pernah menolak Pancasila, UUD 1945, NKRI dan BHINNEKA TUNGGAL IKA selama DITAFSIRKAN secara BENAR dan LURUS serta tidak dijadikan sebagai ALAT POLITIK semata.

7. Jadi, HIMBAUAN Mendagri RI agar Pemda bekerjasama dengan FPI adalah HIMBAUAN CERDAS berdasarkan FAKTA LAPANGAN, sehingga komentar miring dari SEGELINTIR ORANG terhadap sikap Mendagri adalah KOMENTAR IRI, DENGKI dan HASUT. Pernyataan bodoh tanpa dasar yang kuat, hanya berpegang kepada STIGMA hasil PENYESATAN OPINI melalui MEDIA.

8. SERUAN FPI : Kemendagri WAJIB mendorong Pemerintah Pusat dan Daerah agar KERJASAMA dengan SEMUA ORMAS yang CINTA NEGERI. Adapun LSM KOMPRADOR yang bekerja untuk kepentingan ASING, WAJIB DIBUBARKAN.

9. FPI selalu SIAP SEDIA bekerjasama dengan Pemerintah dalam semua bidang : Pendidikan, Pertanian, Sosial Politik, Keamanan, Pemberantasan Korupsi, Pengentasan Kemiskinan, sampai kepada soal PENGENTASAN PENYAKIT MASYARAKAT (Pekat) seperti : Perdukunan, Narkoba, Miras, Perjudian, Pelacuran, dan sebagainya KAPAN SAJA dan DIMANA SAJA secara GRATIS dan TANPA PAMRIH kecuali hanya mengharapkan RIDHO ALLAH Subhanahu wa Ta'ala.

10. FPI mendukung sepenuhnya Pernyataan Mendagri tersebut. Bagi FPI, Mendagri sudah benar dengan Pernyatannya tersebut walau pun banyak yang "KEBAKARAN HATI".

Wallahul Musta'an...!